Operasi pencarian dilanjutkan dengan menyisir perairan dari titik lokasi kejadian atau last known position (LKP) ke arah hilir Sungai Mahakam. Penyisiran dilakukan hingga sejauh sekitar 1,1 kilometer dari titik awal.
Setelah penyisiran, tim melanjutkan pencarian menggunakan metode pancing yang telah dimodifikasi. Metode tersebut digunakan untuk memperluas area pencarian dan menemukan keberadaan kedua korban.
Sebelumnya, salah seorang korban sempat terlihat melambaikan tangan dari permukaan air, diduga meminta pertolongan, sebelum akhirnya kedua anak tersebut menghilang dari pandangan.
Peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.45 Wita itu pertama kali disaksikan seorang warga bernama Ikhsan. Saat kejadian, kedua anak tersebut terlihat berada di sekitar bebatuan yang tidak jauh dari tepian sungai.
Ikhsan mengaku sempat melihat keduanya berdiri di area dengan ketinggian air sekitar selutut. Namun, beberapa saat kemudian, salah seorang anak terlihat mulai kesulitan di dalam air.
Dari kejauhan, bagian kepala dan tangan korban masih tampak di permukaan. Korban bahkan sempat melambaikan tangan sebelum akhirnya tenggelam.
“Sempat tadi khusus dengan melambai-lambai,” ungkap Ikhsan saat menceritakan kejadian tersebut.
Lanjutnya, ketika kejadian berlangsung, dirinya sedang mempersiapkan kursi untuk bekerja di sekitar lokasi. Awalnya, kedua anak itu masih terlihat berdiri di antara bebatuan yang sebagian terendam air.
“Dia masih berdiri. Batu kan masih ada dekat air. Pokoknya airnya sudah segini, sekaki. Dia masih berdiri berdua itu,” tuturnya.
Editor: Erwin
Operasi pencarian dilanjutkan dengan menyisir perairan dari titik lokasi kejadian atau last known position (LKP) ke arah hilir Sungai Mahakam. Penyisiran dilakukan hingga sejauh sekitar 1,1 kilometer dari titik awal.
Setelah penyisiran, tim melanjutkan pencarian menggunakan metode pancing yang telah dimodifikasi. Metode tersebut digunakan untuk memperluas area pencarian dan menemukan keberadaan kedua korban.
Sebelumnya, salah seorang korban sempat terlihat melambaikan tangan dari permukaan air, diduga meminta pertolongan, sebelum akhirnya kedua anak tersebut menghilang dari pandangan.
Peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.45 Wita itu pertama kali disaksikan seorang warga bernama Ikhsan. Saat kejadian, kedua anak tersebut terlihat berada di sekitar bebatuan yang tidak jauh dari tepian sungai.
Ikhsan mengaku sempat melihat keduanya berdiri di area dengan ketinggian air sekitar selutut. Namun, beberapa saat kemudian, salah seorang anak terlihat mulai kesulitan di dalam air.
Dari kejauhan, bagian kepala dan tangan korban masih tampak di permukaan. Korban bahkan sempat melambaikan tangan sebelum akhirnya tenggelam.
“Sempat tadi khusus dengan melambai-lambai,” ungkap Ikhsan saat menceritakan kejadian tersebut.
Lanjutnya, ketika kejadian berlangsung, dirinya sedang mempersiapkan kursi untuk bekerja di sekitar lokasi. Awalnya, kedua anak itu masih terlihat berdiri di antara bebatuan yang sebagian terendam air.
“Dia masih berdiri. Batu kan masih ada dekat air. Pokoknya airnya sudah segini, sekaki. Dia masih berdiri berdua itu,” tuturnya.
Editor: Erwin