Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Suasana di lobi Kantor Gubernur Kalimantan Timur mendadak ricuh setelah seorang pria meluapkan emosinya hingga merusak sejumlah fasilitas, Kamis (5/11/2026) pagi.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Suasana di lobi Kantor Gubernur Kalimantan Timur mendadak ricuh setelah seorang pria meluapkan emosinya hingga merusak sejumlah fasilitas, Kamis (5/11/2026) pagi.
Pria tersebut membalikkan meja hingga kaca bagian atasnya pecah. Aksi itu terjadi saat dirinya bersama dua orang lainnya hendak mengajukan permohonan audiensi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Pria berinisial SB, warga Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, juga dilaporkan merusak vas bunga dan portal pengamanan yang berada di area lobi Kantor Gubernur Kaltim.
Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Erry Irawan mengatakan, sebelum kejadian SB datang bersama dua orang lainnya dengan membawa surat permohonan audiensi dari kelompok masyarakat.
“Datang bertiga membawa surat pengajuan audiensi. Surat tersebut dibawa sekretaris kelompok dan dua orang lainnya,” ujar Erry saat dikonfirmasi pada Jum’at (6/11/2026).
Dalam surat tersebut, kelompok masyarakat itu bermaksud meminta audiensi dengan Pemprov Kaltim untuk membahas sejumlah persoalan. Di antaranya pemanfaatan sumber daya alam, perizinan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), hingga program Gratispol.
Namun, saat surat tersebut hendak diserahkan, situasi justru berubah. SB tiba-tiba mengamuk di lobi kantor gubernur dan melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa yang memicu tindakan tersebut. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan serta meminta keterangan sejumlah pihak untuk mengungkap penyebab kejadian.
“Ini masih diperiksa anggota. Ditanya apa, jawabnya apa, masih kami dalami,” jelas Erry.
Saat dimintai keterangan, SB sempat menyinggung persoalan banjir yang disebutnya kerap terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Ia mengaku sudah puluhan tahun menghadapi persoalan tersebut.
Ia juga terlihat membawa surat yang disebut sebagai surat miliknya. Meski demikian, polisi belum memastikan apakah persoalan banjir tersebut berkaitan dengan agenda audiensi maupun menjadi pemicu aksi perusakan.
Editor: Erwin
Pria tersebut membalikkan meja hingga kaca bagian atasnya pecah. Aksi itu terjadi saat dirinya bersama dua orang lainnya hendak mengajukan permohonan audiensi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Pria berinisial SB, warga Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, juga dilaporkan merusak vas bunga dan portal pengamanan yang berada di area lobi Kantor Gubernur Kaltim.
Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Erry Irawan mengatakan, sebelum kejadian SB datang bersama dua orang lainnya dengan membawa surat permohonan audiensi dari kelompok masyarakat.
“Datang bertiga membawa surat pengajuan audiensi. Surat tersebut dibawa sekretaris kelompok dan dua orang lainnya,” ujar Erry saat dikonfirmasi pada Jum’at (6/11/2026).

Dalam surat tersebut, kelompok masyarakat itu bermaksud meminta audiensi dengan Pemprov Kaltim untuk membahas sejumlah persoalan. Di antaranya pemanfaatan sumber daya alam, perizinan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), hingga program Gratispol.
Namun, saat surat tersebut hendak diserahkan, situasi justru berubah. SB tiba-tiba mengamuk di lobi kantor gubernur dan melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa yang memicu tindakan tersebut. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan serta meminta keterangan sejumlah pihak untuk mengungkap penyebab kejadian.
“Ini masih diperiksa anggota. Ditanya apa, jawabnya apa, masih kami dalami,” jelas Erry.
Saat dimintai keterangan, SB sempat menyinggung persoalan banjir yang disebutnya kerap terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Ia mengaku sudah puluhan tahun menghadapi persoalan tersebut.
Ia juga terlihat membawa surat yang disebut sebagai surat miliknya. Meski demikian, polisi belum memastikan apakah persoalan banjir tersebut berkaitan dengan agenda audiensi maupun menjadi pemicu aksi perusakan.
Editor: Erwin






1.226 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 130 km barat laut Kep. Mentawai
06 Nov 2026, 17:30:55 WIB • Kedalaman 17 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG