Puncak peringatan yang berlangsung di Kadrie Oening Tower, Ballroom Dispora Kaltim, Jumat (6/11/2026) malam dihadiri pengurus SPS Pusat serta perwakilan SPS dari 38 provinsi di Indonesia.
Kegiatan mengusung tema Pers Maju Bersama Bangsa Menuju Ibu Kota Nusantara.
Ketua SPS Kaltim Ajid Kurniawan menyampaikan kepercayaan menjadikan Kaltim sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh pengurus daerah.
Rangkaian kegiatan telah diawali dengan dialog media, serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Dalam rangakain dialog pihaknya secara khusus mengangkat isu Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kami sengaja mengangkat tema IKN agar teman-teman SPS dari seluruh provinsi di Indonesia semangat dan tertarik datang ke Kaltim. Kami senang karena teman-teman sudah diajak berkunjung langsung ke IKN," ujar Ajid.
Insan pers diminta turut mengambil peran dalam memperkenalkan potensi Kaltim sekaligus mengawal pembangunan nasional. Selain itu Ajid turut menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan industri media, korporasi, maupun pemerintahan.
"Sebab tata kelola yang baik menjadi salah satu kunci mewujudkan keberlanjutan tersebut. Karena itu, diperlukan implementasi nyata agar prinsip tersebut tidak sekadar menjadi slogan," ucapnya.
Sementara Ketua Umum SPS Pusat Januar P Ruswita menuturkan perjalanan 80 tahun SPS merupakan bagian dari sejarah panjang perjuangan industri pers dalam mengawal pembangunan bangsa melalui produk jurnalistik berkualitas. SPS awalnya bernama Serikat Penerbit Surat Kabar yang menaungi perusahaan media cetak.
"Namun melalui Kongres SPS di Bali pada 2011, namanya berubah menjadi Serikat Perusahaan Pers untuk mengakomodasi perusahaan pers dari berbagai platform media," katanya.
Januar juga menilai penyelenggaraan HUT ke-80 di Kaltim memiliki arti strategis karena daerah ini menjadi salah satu pusat perhatian pembangunan nasional seiring hadirnya IKN.
SPS juga memberikan penghargaan kepada insan dan perusahaan media melalui sejumlah kategori, di antaranya Indonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia Digital Media Awards (IDMA), Indonesia Young Readers Awards (IYRA), serta Indonesia Student Media Awards (ISMA).
Editor: Aspian Nur
Puncak peringatan yang berlangsung di Kadrie Oening Tower, Ballroom Dispora Kaltim, Jumat (6/11/2026) malam dihadiri pengurus SPS Pusat serta perwakilan SPS dari 38 provinsi di Indonesia.
Kegiatan mengusung tema Pers Maju Bersama Bangsa Menuju Ibu Kota Nusantara.
Ketua SPS Kaltim Ajid Kurniawan menyampaikan kepercayaan menjadikan Kaltim sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh pengurus daerah.
Rangkaian kegiatan telah diawali dengan dialog media, serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Dalam rangakain dialog pihaknya secara khusus mengangkat isu Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kami sengaja mengangkat tema IKN agar teman-teman SPS dari seluruh provinsi di Indonesia semangat dan tertarik datang ke Kaltim. Kami senang karena teman-teman sudah diajak berkunjung langsung ke IKN," ujar Ajid.
Insan pers diminta turut mengambil peran dalam memperkenalkan potensi Kaltim sekaligus mengawal pembangunan nasional. Selain itu Ajid turut menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan industri media, korporasi, maupun pemerintahan.
"Sebab tata kelola yang baik menjadi salah satu kunci mewujudkan keberlanjutan tersebut. Karena itu, diperlukan implementasi nyata agar prinsip tersebut tidak sekadar menjadi slogan," ucapnya.
Sementara Ketua Umum SPS Pusat Januar P Ruswita menuturkan perjalanan 80 tahun SPS merupakan bagian dari sejarah panjang perjuangan industri pers dalam mengawal pembangunan bangsa melalui produk jurnalistik berkualitas. SPS awalnya bernama Serikat Penerbit Surat Kabar yang menaungi perusahaan media cetak.
"Namun melalui Kongres SPS di Bali pada 2011, namanya berubah menjadi Serikat Perusahaan Pers untuk mengakomodasi perusahaan pers dari berbagai platform media," katanya.
Januar juga menilai penyelenggaraan HUT ke-80 di Kaltim memiliki arti strategis karena daerah ini menjadi salah satu pusat perhatian pembangunan nasional seiring hadirnya IKN.
SPS juga memberikan penghargaan kepada insan dan perusahaan media melalui sejumlah kategori, di antaranya Indonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia Digital Media Awards (IDMA), Indonesia Young Readers Awards (IYRA), serta Indonesia Student Media Awards (ISMA).