Api yang membakar kawasan semak belukar dan rumput kering tersebut dengan cepat meluas hingga mendekati objek vital TPA Sambutan.
Kobaran api bahkan merembet dari Pelita 7 menuju kawasan Pelita 6 dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan informasi kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dari informasi ITS sekitar pukul 14.00 Wita.
Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kejadian sekaligus melakukan penanganan.
“Memang ada kebakaran lahan dan lokasinya berdekatan dengan objek vital, yakni TPA Sambutan. Luasnya kurang lebih 10 hektare. Saat ini masih dilakukan pemadaman karena api merembet dari Pelita 7 sampai ke Pelita 6,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar dan rumput kering membuat api mudah menjalar. Selain itu, terdapat tumpukan ban bekas di sekitar lokasi yang turut memperparah kebakaran hingga menghasilkan kepulan asap sangat tebal.
“Ban-ban ini memang tidak boleh dibuang ke TPA Sambutan, sehingga sementara ditumpuk di lokasi tersebut. Itu merupakan sisa ban yang belum diangkut oleh pengusaha yang melakukan pemilahan ban,” jelas Suwarso.
Terkait penyebab kebakaran, Suwarso mengungkapkan adanya temuan yang mengarah pada dugaan pembakaran. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari salah seorang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terdapat dua ban yang sudah terbakar di sekitar titik awal api.
“Di awal itu ditemukan ban sudah terbakar dan juga ditemukan jeriken. Jadi, memang ada dugaan pembakaran. Namun, orang yang diduga melakukan pembakaran tidak sempat ditemui,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena sumber air di sekitar lokasi cukup sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api semakin meluas.
Dalam penanganan kebakaran ini, sejumlah unsur dikerahkan, mulai dari BPBD Kota Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, relawan, hingga BPBD Provinsi Kalimantan Timur.
Suwarso menyebut keterlibatan berbagai unsur tersebut sangat membantu mempercepat upaya penanganan di lapangan.
“Kalau untuk di lokasi ini, baru pertama kali terjadi kebakaran. Saat ini petugas masih melakukan pemadaman dan berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke area TPA Sambutan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Api yang membakar kawasan semak belukar dan rumput kering tersebut dengan cepat meluas hingga mendekati objek vital TPA Sambutan.
Kobaran api bahkan merembet dari Pelita 7 menuju kawasan Pelita 6 dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan informasi kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dari informasi ITS sekitar pukul 14.00 Wita.
Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kejadian sekaligus melakukan penanganan.
“Memang ada kebakaran lahan dan lokasinya berdekatan dengan objek vital, yakni TPA Sambutan. Luasnya kurang lebih 10 hektare. Saat ini masih dilakukan pemadaman karena api merembet dari Pelita 7 sampai ke Pelita 6,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar dan rumput kering membuat api mudah menjalar. Selain itu, terdapat tumpukan ban bekas di sekitar lokasi yang turut memperparah kebakaran hingga menghasilkan kepulan asap sangat tebal.
“Ban-ban ini memang tidak boleh dibuang ke TPA Sambutan, sehingga sementara ditumpuk di lokasi tersebut. Itu merupakan sisa ban yang belum diangkut oleh pengusaha yang melakukan pemilahan ban,” jelas Suwarso.
Terkait penyebab kebakaran, Suwarso mengungkapkan adanya temuan yang mengarah pada dugaan pembakaran. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari salah seorang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terdapat dua ban yang sudah terbakar di sekitar titik awal api.
“Di awal itu ditemukan ban sudah terbakar dan juga ditemukan jeriken. Jadi, memang ada dugaan pembakaran. Namun, orang yang diduga melakukan pembakaran tidak sempat ditemui,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena sumber air di sekitar lokasi cukup sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api semakin meluas.
Dalam penanganan kebakaran ini, sejumlah unsur dikerahkan, mulai dari BPBD Kota Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, relawan, hingga BPBD Provinsi Kalimantan Timur.
Suwarso menyebut keterlibatan berbagai unsur tersebut sangat membantu mempercepat upaya penanganan di lapangan.
“Kalau untuk di lokasi ini, baru pertama kali terjadi kebakaran. Saat ini petugas masih melakukan pemadaman dan berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke area TPA Sambutan,” pungkasnya.
Editor: Erwin