Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Sejumlah pelat penutup dan ubin di area pinggiran jalur pedestrian Teras Samarinda Tahap II, tepatnya di Segmen 2 depan Kantor Bank BRI, terlihat mengalami kerusakan dan penurunan permukaan.
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Sejumlah pelat penutup dan ubin di area pinggiran jalur pedestrian Teras Samarinda Tahap II, tepatnya di Segmen 2 depan Kantor Bank BRI, terlihat mengalami kerusakan dan penurunan permukaan.
Kondisi ini menjadi salah satu bagian yang harus dibenahi di kawasan yang baru diresmikan dan dibuka untuk umum pada akhir Agustus 2026 lalu.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menegaskan seluruh proses pembenahan masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor dan pihaknya memberi target untuk dapat dituntaskan sebelum akhir tahun ini.
“Sedang dilakukan perbaikan dan insyaAllah dalam waktu dekat diselesaikan oleh kontraktor,” kata Marnabas pada Selasa (27/10/2026).
Dijelaskannya, penurunan struktur di beberapa titik tepi sungai diduga akibat pergerakan tanah di area sempadan. Kendati demikian, ia memastikan struktur utama bangunan secara keseluruhan masih aman dan terkendali.
“Struktur utamanya masih aman. Walaupun kelihatannya ada sedikit pergerakan, hal itu sudah ditangani secara teknis oleh pihak kontraktor,” jelasnya.
Selain titik ubin yang mengalami penurunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendesak kontraktor segera merampungkan pembenahan fasilitas publik lainnya yang masuk dalam masa pemeliharaan. Hal itu mencakup perbaikan kursi, arena bermain anak (playground), hingga penyulaman rumput taman yang layu.
Metode teknis perbaikan diserahkan kepada tim ahli kontraktor, termasuk penanganan antisipasi agar pergerakan tanah di bantaran sungai tidak berulang. Seluruh pembiayaan perbaikan dipastikan tidak membebani APBD Kota Samarinda.
“Karena masih tanggung jawab kontraktor, perbaikan tidak memakai APBD. Kita beri rentang waktu agar seluruh perbaikan tuntas sebelum akhir tahun ini,” tandasnya.
Editor: Erwin
Kondisi ini menjadi salah satu bagian yang harus dibenahi di kawasan yang baru diresmikan dan dibuka untuk umum pada akhir Agustus 2026 lalu.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menegaskan seluruh proses pembenahan masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor dan pihaknya memberi target untuk dapat dituntaskan sebelum akhir tahun ini.
“Sedang dilakukan perbaikan dan insyaAllah dalam waktu dekat diselesaikan oleh kontraktor,” kata Marnabas pada Selasa (27/10/2026).
Dijelaskannya, penurunan struktur di beberapa titik tepi sungai diduga akibat pergerakan tanah di area sempadan. Kendati demikian, ia memastikan struktur utama bangunan secara keseluruhan masih aman dan terkendali.

“Struktur utamanya masih aman. Walaupun kelihatannya ada sedikit pergerakan, hal itu sudah ditangani secara teknis oleh pihak kontraktor,” jelasnya.
Selain titik ubin yang mengalami penurunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendesak kontraktor segera merampungkan pembenahan fasilitas publik lainnya yang masuk dalam masa pemeliharaan. Hal itu mencakup perbaikan kursi, arena bermain anak (playground), hingga penyulaman rumput taman yang layu.
Metode teknis perbaikan diserahkan kepada tim ahli kontraktor, termasuk penanganan antisipasi agar pergerakan tanah di bantaran sungai tidak berulang. Seluruh pembiayaan perbaikan dipastikan tidak membebani APBD Kota Samarinda.
“Karena masih tanggung jawab kontraktor, perbaikan tidak memakai APBD. Kita beri rentang waktu agar seluruh perbaikan tuntas sebelum akhir tahun ini,” tandasnya.

Editor: Erwin









428 kali dibaca



Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo
26 Okt 2026, 11:53:42 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG
