Ribuan demonstran menyuarakan sejumlah persoalan, kondisi Kaltim dinilai belum mendapatkan perhatian memadai, dugaan arogansi ajudan gubernur, hingga persoalan anggaran bahan bakar minyak (BBM).
Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Pemprov Kaltim dalam rangkaian aksi yang mendapat pengawalan aparat kepolisian.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan, pengamanan dilakukan bersama jajaran Polda Kaltim dan Polresta Samarinda untuk memastikan penyampaian pendapat berlangsung tertib.
Menurutnya, kepolisian menjalankan fungsi pelayanan dengan mengawal jalannya demonstrasi sekaligus menjaga situasi keamanan agar tidak berkembang menjadi gangguan ketertiban.
“Kami bersama rekan-rekan Polresta Samarinda dan jajaran Polda Kalimantan Timur melakukan kegiatan pelayanan kepolisian. Artinya, kita mengawal dan mengamankan aksi penyampaian pendapat yang dilakukan saudara-saudara kita,” ujar Endar.
Ia menjelaskan, sejumlah tuntutan yang disampaikan demonstran telah ditampung dan disampaikan langsung kepada Gubernur Kaltim.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian massa di antaranya kondisi Kaltim, respons terhadap sikap ajudan gubernur yang dinilai arogan, serta penggunaan anggaran BBM. Kepolisian memastikan aspirasi tersebut dapat disampaikan melalui jalur demonstrasi tanpa mengabaikan aspek keamanan.
“Semuanya sudah kita tampung dan disampaikan langsung oleh Pak Gubernur,” katanya.
Endar mengapresiasi jalannya aksi yang secara umum berlangsung lancar. Meski sempat terjadi insiden bersenggolan di tengah kegiatan, situasi tersebut dapat diredakan sehingga tidak berkembang menjadi kericuhan lebih besar.
Untuk mengamankan demonstrasi, sebanyak 1.085 personel gabungan dikerahkan. Personel disiagakan untuk mengawal massa, menjaga keamanan di sekitar kantor gubernur, serta mengantisipasi potensi gangguan selama aksi berlangsung.
“Alhamdulillah, sampai sejauh ini seluruh komponen yang menyampaikan pendapat bisa berjalan dengan baik. Harapan saya sampai nanti bubar, semuanya bisa pulang dengan baik dan tertib, tanpa ada kejadian yang tidak kita inginkan bersama,” tuturnya.
Editor: Erwin
Ribuan demonstran menyuarakan sejumlah persoalan, kondisi Kaltim dinilai belum mendapatkan perhatian memadai, dugaan arogansi ajudan gubernur, hingga persoalan anggaran bahan bakar minyak (BBM).
Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Pemprov Kaltim dalam rangkaian aksi yang mendapat pengawalan aparat kepolisian.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan, pengamanan dilakukan bersama jajaran Polda Kaltim dan Polresta Samarinda untuk memastikan penyampaian pendapat berlangsung tertib.
Menurutnya, kepolisian menjalankan fungsi pelayanan dengan mengawal jalannya demonstrasi sekaligus menjaga situasi keamanan agar tidak berkembang menjadi gangguan ketertiban.
“Kami bersama rekan-rekan Polresta Samarinda dan jajaran Polda Kalimantan Timur melakukan kegiatan pelayanan kepolisian. Artinya, kita mengawal dan mengamankan aksi penyampaian pendapat yang dilakukan saudara-saudara kita,” ujar Endar.
Ia menjelaskan, sejumlah tuntutan yang disampaikan demonstran telah ditampung dan disampaikan langsung kepada Gubernur Kaltim.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian massa di antaranya kondisi Kaltim, respons terhadap sikap ajudan gubernur yang dinilai arogan, serta penggunaan anggaran BBM. Kepolisian memastikan aspirasi tersebut dapat disampaikan melalui jalur demonstrasi tanpa mengabaikan aspek keamanan.
“Semuanya sudah kita tampung dan disampaikan langsung oleh Pak Gubernur,” katanya.
Endar mengapresiasi jalannya aksi yang secara umum berlangsung lancar. Meski sempat terjadi insiden bersenggolan di tengah kegiatan, situasi tersebut dapat diredakan sehingga tidak berkembang menjadi kericuhan lebih besar.
Untuk mengamankan demonstrasi, sebanyak 1.085 personel gabungan dikerahkan. Personel disiagakan untuk mengawal massa, menjaga keamanan di sekitar kantor gubernur, serta mengantisipasi potensi gangguan selama aksi berlangsung.
“Alhamdulillah, sampai sejauh ini seluruh komponen yang menyampaikan pendapat bisa berjalan dengan baik. Harapan saya sampai nanti bubar, semuanya bisa pulang dengan baik dan tertib, tanpa ada kejadian yang tidak kita inginkan bersama,” tuturnya.
Editor: Erwin