Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri penyerahan bantuan pangan kepada warga di Kelurahan Loa Bakung, Kota Samarinda, Selasa (22/9/2026).
Syarifah mengatakan, kehadirannya untuk memastikan perhatian pemerintah melalui program bantuan pangan benar-benar sampai kepada masyarakat, khususnya penerima manfaat di Kota Tepian.
“Ini merupakan wujud kepedulian pemerintah melalui Bulog agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga dan beban masyarakat bisa sedikit lebih ringan,” ujarnya.
Dia menyebut, berdasarkan data yang diterimanya dari jajaran Bulog, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Samarinda mencapai 54.636 penerima. Sementara secara keseluruhan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, jumlah penerimanya mencapai 272.550 PBP.
“Dengan adanya data ini menunjukkan masih pentingnya keberadaan program bantuan pangan, dalam menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah kondisi harga pangan yang kini mulai naik,” ucapnya.
Selain itu, Syarifah juga memastikan, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan beras. Berdasarkan informasi dari Bulog ungkapnya, stok beras yang tersedia masih aman untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2027.
Ia pun mengapresiasi kinerja Perum Bulog dan jajarannya dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah. Menurutnya, penyaluran bantuan pangan menjadi salah satu langkah untuk membantu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan dampak inflasi.
“Di saat inflasi sekarang ini, bantuan ini bisa menjaga kestabilan bahan pangan kita,” katanya.
Selain memastikan bantuan tersalurkan, Syarifah juga mengungkapkan ingin mendengar langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Masukan dari penerima manfaat, menurutnya, diperlukan sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan di tingkat pusat.
“Saya ingin mendengar langsung apa yang dirasakan dan apa yang dibutuhkan masyarakat setelah melihat kendala di lapangan. Karena dengan adanya suara masyarakat menjadi masukan berharga bagi saya di DPR RI,” tuturnya.
Editor: Erwin