Senin, 03/08/2026
Senin, 03/08/2026
Kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 di Kecamatan Palaran, Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)
Senin, 03/08/2026

Kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 di Kecamatan Palaran, Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kesempatan memperoleh pendidikan gratis di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Samarinda tidak hanya diperuntukkan bagi anak dari keluarga prasejahtera.
Anak jalanan (anjal) juga berpeluang mengenyam pendidikan berasrama sebagai upaya memutus rantai kehidupan mereka di jalanan.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman menyampaikan, anjal menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan apabila masih tersedia kapasitas penerimaan siswa.
“Anjal sangat memungkinkan masuk. Tahun lalu juga ada yang berasal dari anjal dan ini menjadi salah satu solusi untuk mereka,” kata Arif.
Penanganan anak jalanan dinilai tidak cukup hanya melalui penertiban. Dinsos PM terus mengagendakan pembinaan bagi anak maupun orang tua dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari ketua RT, pihak sekolah, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda.
Selain itu, mereka yang terjaring penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turut dijadikan sasaran pendampingan agar dapat kembali memperoleh hak pendidikan.
“Ini menjadi pekerjaan bersama, bukan hanya pemerintah, melainkan lingkungan sekitar, RT, dan masyarakat,” tambahnya.
Pendataan calon peserta didik Sekolah Rakyat di Samarinda tidak melalui jalur pendaftaran umum. Seluruh siswa dijaring melalui penjangkauan langsung (outreach) berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh petugas Kementerian Sosial (Kemensos), Dinsos PM, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 270 siswa diterima di SRT 2 Palaran. Rinciannya, 222 siswa berasal dari Samarinda dan 48 siswa lainnya dari luar daerah, seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Balikpapan, dan Penajam Paser Utara (PPU).
Arif berharap seluruh peserta didik dapat bertahan hingga menyelesaikan masa pendidikan. Pengalaman di Sekolah Rakyat rintisan sebelumnya menunjukkan hanya sebagian kecil siswa yang mengundurkan diri.
“Secara umum anak-anak bertahan. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kepala sekolah, guru, dan pengasuh agar anak-anak yang baru juga betah tinggal di asrama,” tandasnya.
Editor: Erwin
Senin, 03/08/2026
Kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 di Kecamatan Palaran, Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER