Senin, 27/07/2026

Selisih Anggaran Disdikbud Rp400 Miliar, DPRD Kaltim Khawatir Ganggu Program Tahun Depan

Senin, 27/07/2026

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry. (Foto: Surya/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Selisih Anggaran Disdikbud Rp400 Miliar, DPRD Kaltim Khawatir Ganggu Program Tahun Depan

Senin, 27/07/2026

logo

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry. (Foto: Surya/Korankaltim.com)

Penulis: Rahmat Surya

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Komisi IV DPRD Kaltim menyoroti adanya perbedaan data pagu indikatif anggaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk APBD Perubahan 2026 dan APBD Murni 2027.

Selisih anggaran yang mencapai sekitar Rp400 miliar, dinilai harus segera diselaraskan agar tidak berdampak pada pelaksanaan program pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry, mengungkapkan pihaknya menemukan perbedaan angka pada saat rapat kerja dengan Disdikbud Kaltim. Dalam paparan dinas, pagu indikatif anggaran disebut mencapai sekitar Rp2,2 triliun, sedangkan saat pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), anggaran yang tercatat hanya sekitar Rp1,8 triliun.

“Selisihnya cukup besar, sekitar Rp400 sampai Rp500 miliar, ini harus segera dicocokkan karena kalau nanti baru dikoreksi di akhir pembahasan, akan sulit menentukan program mana yang harus disesuaikan,” ujar Sarkowi, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, kepastian besaran anggaran menjadi penting supaya program prioritas di sektor pendidikan tidak terganggu, terutama yang telah direncanakan untuk tahun anggaran tahun 2027.

Selain persoalan anggaran, pihaknya juga mengingatkan Disdikbud Kaltim, agar segera memprioritaskan penyelesaian pembangunan sejumlah sekolah yang hingga kini belum rampung, meski telah dianggarkan sejak 2024 dan 2025. 

“Beberapa proyek pembangunan SMA dan SMK masih belum selesai sehingga dikhawatirkan menghambat pelayanan pendidikan,” ucapnya.

Kemudian Sarkowi juga menyoroti adanya keterlambatan penyaluran seragam sekolah gratis dalam Program Gratispol. Berdasarkan penjelasan Disdikbud, keterlambatan ini dipicu proses pendataan siswa baru yang memerlukan kepastian jumlah penerima sekaligus pengukuran ukuran seragam.

“Oleh karena itu, kita juga telah meminta agar seluruh proses pendataan segera dituntaskan sehingga distribusi seragam dapat dimulai pada Agustus 2026 sesuai target,” pungkasnya.

Editor: Erwin 

Selisih Anggaran Disdikbud Rp400 Miliar, DPRD Kaltim Khawatir Ganggu Program Tahun Depan

Senin, 27/07/2026

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry. (Foto: Surya/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait