Senin, 27/07/2026
Senin, 27/07/2026
Dinsos PM memfokuskan program intervensi terpadu dan validasi data guna memastikan bantuan sosial serta pemberdayaan ekonomi tepat sasaran. (Ayu/KoranKaltim.com)
Senin, 27/07/2026

Dinsos PM memfokuskan program intervensi terpadu dan validasi data guna memastikan bantuan sosial serta pemberdayaan ekonomi tepat sasaran. (Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis : Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kemiskinan bukan sekadar perkara menerima bantuan melainkan bagaimana masyarakat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendapatan.
Terkait hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui penguatan pemberdayaan ekonomi agar keluarga penerima manfaat mampu mandiri secara finansial.
Strategi ini berjalan seiring dengan tren positif penurunan angka kemiskinan di Kota Tepian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Kota Tepian melandai menjadi 3,45 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai kisaran 4,3 persen. Penurunan tersebut tentu harus diimbangi penguatan kapasitas ekonomi agar warga yang telah lepas dari kategori miskin tidak kembali rentan terpuruk.
“Masyarakat juga perlu didorong agar memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda Mochammad Arif Surochman. Intervensi terpadu yang memadukan penyaluran bantuan sosial, perluasan akses pendidikan dan Kesehatan diterapkan untuk penguatan sektor ekonomi warga. Guna memastikan efektivitasnya, verifikasi dan validasi data penerima bantuan terus diperketat agar program yang disalurkan presisi dan tepat sasaran.
Langkah ini turut disinergikan bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui program perlindungan sosial berjejaring, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan. Sinergi lintas sektor tersebut menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai pijakan lanjutan pasca-penyaluran bantuan sosial, sehingga masyarakat memiliki penopang pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
“Kedepan kami berharap pendekatan berbasis pemberdayaan dapat semakin diperkuat sehingga masyarakat memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup berkelanjutan,” sebut Arif.
Editor: Aspian Nur
Senin, 27/07/2026
Dinsos PM memfokuskan program intervensi terpadu dan validasi data guna memastikan bantuan sosial serta pemberdayaan ekonomi tepat sasaran. (Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER