Jumat, 24/07/2026

Pengamat Politik Dorong Kandidat Rektor Unmul Fokus Tawarkan Program Konkret

Jumat, 24/07/2026

Pengamat Politik Unmul, Saipul Bachtiar (Rafik/Korankaltim.com).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pengamat Politik Dorong Kandidat Rektor Unmul Fokus Tawarkan Program Konkret

Jumat, 24/07/2026

logo

Pengamat Politik Unmul, Saipul Bachtiar (Rafik/Korankaltim.com).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Mulawarman (Unmul) dinilai harus menjadi momentum lahirnya gagasan dan solusi untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi. 

Kandidat rektor diharapkan tidak hanya mengandalkan popularitas atau retorika, tetapi mampu menawarkan program kerja yang realistis dan dapat diwujudkan.

Pengamat Politik Unmul, Saipul Bachtiar, mengatakan sivitas akademika membutuhkan pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan kampus melalui kebijakan yang terukur. Karena itu, Pilrek seharusnya menjadi ruang adu kapasitas dan adu solusi, bukan sekadar persaingan yang dipenuhi narasi saling menjatuhkan.

“Yang dibutuhkan warga kampus adalah solusi. Bagaimana calon rektor mampu menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi Universitas Mulawarman dengan program yang jelas dan bisa diimplementasikan,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Jumat (24/7/2026).

Menurut Saipul, masih banyak pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian para kandidat, mulai dari peningkatan kualitas akademik, penguatan tata kelola universitas, peningkatan daya saing lulusan, hingga pengembangan riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Ia menilai setiap calon rektor harus mampu memaparkan strategi yang konkret untuk membawa Unmul menjadi perguruan tinggi yang semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional. Program yang ditawarkan juga harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas sehingga dapat dievaluasi selama masa kepemimpinan.

“Kontestasi ini jangan berhenti pada penyampaian visi yang normatif. Publik kampus ingin mengetahui bagaimana strategi yang akan dilakukan, target yang ingin dicapai, serta langkah-langkah konkret untuk mewujudkannya,” katanya.

Saipul juga mengingatkan agar dinamika Pilrek tidak berkembang menjadi ruang yang memunculkan polarisasi di lingkungan kampus. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sebuah kontestasi, namun harus tetap diarahkan pada upaya mencari solusi terbaik bagi kemajuan Unmul.

Ia berharap seluruh kandidat dapat mengedepankan kompetisi yang sehat dengan menunjukkan rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, serta gagasan inovatif. 

Dengan begitu, proses Pilrek tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga melahirkan berbagai ide yang dapat memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Unmul. 

Editor: Erwin 

Pengamat Politik Dorong Kandidat Rektor Unmul Fokus Tawarkan Program Konkret

Jumat, 24/07/2026

Pengamat Politik Unmul, Saipul Bachtiar (Rafik/Korankaltim.com).

Share

Berita Terkait