Senin, 20/07/2026

Dorong Perpustakaan Digital, DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Literasi

Senin, 20/07/2026

Aplikasi iSamarinda menjadi salah satu sarana praktis warga untuk membaca puluhan buku secara gratis tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. (Ayu/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Dorong Perpustakaan Digital, DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Literasi

Senin, 20/07/2026

logo

Aplikasi iSamarinda menjadi salah satu sarana praktis warga untuk membaca puluhan buku secara gratis tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. (Ayu/KoranKaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Keberadaan aplikasi iSamarinda milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Samarinda kini terus didorong agar menjadi sarana utama warga dalam mengakses bahan bacaan secara fleksibel, terutama lewat genggaman gawai. 

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie menilai, penyesuaian layanan publik ini penting agar koleksi buku tidak lagi bergantung pada bentuk fisik semata, melainkan dapat diakses kapan saja secara daring. Skema ini diyakini memberikan kepraktisan bagi warga dalam menjangkau literasi modern.

“Jadi masyarakat boleh membaca melalui HP-nya sendiri, tetapi terkoneksi dengan website perpustakaan. Itu yang sebenarnya,” kata Novan, Senin (20/7/2026).

Pergeseran ke arah digital dianggap sebagai metode paling efektif untuk memperluas jangkauan literasi ke seluruh lapisan masyarakat tanpa terbatas kelompok usia, terutama di tengah pesatnya pergeseran pola konsumsi informasi.

“Tujuannya agar minat baca, bukan hanya anak-anak tetapi semua masyarakat, bisa meningkat,” ujarnya.

Namun, di samping kesiapan sistem, terdapat aspek vital pendukung lainnya, yakni kepastian dukungan pendanaan. 

Berdasarkan rapat evaluasi bersama Dispursip Samarinda, ditemukan sejumlah bidang yang belum memperoleh porsi alokasi anggaran secara memadai, termasuk program penguatan literasi.

Novan mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar program yang telah masuk dalam visi pembangunan daerah tidak kehilangan daya di tingkat pelaksanaan akibat minimnya alokasi dana.

Karena itu, penyusunan anggaran ke depan diharapkan lebih cermat dalam mengakomodasi kebutuhan tiap bidang, khususnya yang berdampak langsung pada masyarakat luas melalui pengembangan layanan perpustakaan digital.

“Jangan sampai visi-visinya ada, arahnya ada, tetapi pendukungan anggarannya tidak ada. Minat baca ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi untuk semua masyarakat,” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Dorong Perpustakaan Digital, DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Literasi

Senin, 20/07/2026

Aplikasi iSamarinda menjadi salah satu sarana praktis warga untuk membaca puluhan buku secara gratis tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. (Ayu/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait