Pelantikan tersebut mengacu pada rekomendasi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 00104/B-BM.02.01/SD/K/2026.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam arahannya menegaskan bahwa jabatan Sekda merupakan tanggung jawab besar sebagai motor penggerak pemerintahan.
Ia menginstruksikan Sekda yang baru untuk segera melakukan konsolidasi internal serta memperkuat sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Pastikan program prioritas daerah berjalan efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Sementara itu, usai dilantik, Neneng terangkan di bawah kepemimpinan Andi Harun, ia akan mengedepankan strategi yang terukur melalui pendekatan komunikasi dan kolaborasi.
Ia mengakui, tantangan ke depan tidak ringan, terutama dalam menghadapi kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami keterbatasan.
“Nanti semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) kita satu padukan untuk menghadapi keadaan yang kurang secara fiskal. Kita hadapi bersama-sama, insyaallah kita bisa,” ujarnya.
Neneng juga menargetkan penuntasan program Teras Samarinda sebagai salah satu prioritas utama. Ia memastikan infrastruktur tersebut segera fungsional dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Rekam jejak Neneng mencerminkan pengalaman panjang di birokrasi selama 24 tahun. Ia memulai karier sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada April 2002 sebagai bendahara di Dinas Permukiman dan Pengembangan Kota (Kimbangkot), yang kini menjadi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
Dengan latar belakang pendidikan teknik, ia kemudian dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, di antaranya Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tindak Darurat, Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), hingga Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Namanya juga sempat dikenal publik saat masa pandemi Covid-19 karena aktif terlibat di lapangan.
“Mungkin kalau ada yang masih ingat waktu penanganan Covid, itu saya yang sering viral,” kenangnya.
Ia menyebut proses penunjukannya sebagai Sekda berlangsung cepat, namun tetap sesuai mekanisme. Sebagai ASN yang masuk dalam Kotak 9 kategori manajemen talenta dengan kinerja dan kompetensi tinggi, ia optimistis mampu menjalankan tugas tersebut.
Pengalamannya di Inspektorat, menurut Neneng, menjadi bekal penting dalam memetakan persoalan dan meningkatkan tata kelola pemerintahan.
“Justru menguntungkan pernah di Inspektorat (posisi terakhirnya). Jadi kita tahu permasalahan dasar di Samarinda dan bisa memotret gap-nya di mana, temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) pangkalnya di mana,” tutupnya.
Editor: Erwin