Kobaran api segera menjalar ke bagian atap dan plafon sejumlah ruang kelas, memicu kepanikan meski kondisi sekolah telah sepi setelah jam pulang.
Kepala SMP Negeri 2 Samarinda, Misradianto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah para siswa meninggalkan sekolah.
“Sekitar jam 3 lewat 20 menit, tiba-tiba api membesar di kelas 7 bagian pojok atas, lantai dua. Saat api membesar, kami panik dan tidak bisa berbuat apa-apa karena kobarannya sudah terlalu besar. Kami langsung menghubungi pemadam kebakaran untuk meminta bantuan,” jelasnya.
Ia menegaskan, saat kebakaran terjadi, seluruh siswa telah pulang ketika api mulai membesar.
“Anak-anak tidak ada di sekolah. Dua puluh menit setelah mereka pulang, baru muncul api sebesar itu. Jadi tidak ada korban dari siswa,” tambahnya.
Menurutnya, total delapan ruang belajar terdampak akibat kejadian tersebut.
“Asal api di kelas 7-1. Lalu ada tiga kelas deretan kelas 8 yang terdampak, serta empat ruang di bawahnya termasuk kelas 9. Total ada delapan ruang yang rusak dan terdampak,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, menyebut usai menerima informasi, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan pengerahan kekuatan dari tiga posko.
“Begitu mendapat informasi, tiga posko langsung kami kerahkan untuk menangani kebakaran sore hari ini. Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti di lapangan,” katanya.
Hendra menerangkan api membakar bagian plafon dan atap ruang kelas. “Lokasi yang terbakar berada di ruang belajar lantai dua, tepatnya di bagian atap dan plafon. Petugas kami tiba dengan cepat sehingga api bisa dikendalikan sebelum merembet lebih jauh,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan dugaan awal penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik, tetapi masih menunggu pendalaman lebih lanjut dari pihak kepolisian.
“Dugaan Korsleting. Yang pasti, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.
Hingga proses pendinginan selesai, petugas damkar masih disiagakan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Editor: Erwin