Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda, Hariyono menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menjaga agar makanan tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka puasa tiba.
Isi paket kering tersebut telah disusun untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, yang meliputi susu kemasan, buah berkulit, kacang goreng sebagai sumber protein nabati, serta roti untuk karbohidrat.
Sementara untuk protein hewani, pilihannya mencakup telur rebus, telur puyuh, atau abon daging, ayam, maupun ikan.
“Pelaksanaan MBG selama Ramadan skemanya paket kering. Kalau bulan biasa kita kasih siap santap menggunakan ompreng,” ujar Hariyono.
Terkait teknis penyaluran, distribusi tetap dilakukan di sekolah selama jam belajar berlangsung. Paket dibagikan sesaat sebelum siswa pulang sekolah agar dapat dibawa dan dikonsumsi saat berbuka puasa di rumah masing-masing.
“Jadi sebelum mereka pulang, kita sudah kasihkan untuk dikonsumsi pas buka puasa. Karena paketnya kering, jadi bisa bertahan,” jelasnya.
Selama Ramadan, pembagian dilakukan secara rutin mulai Senin hingga Jumat. Khusus untuk jatah Sabtu, pendistribusiannya akan digabung dan diberikan sekaligus pada Jumat.
“Kalau bulan biasa juga setiap hari, Cuma bedanya siap santap dan hanya untuk satu kali makan dalam sehari,” terangnya.
Melalui penyesuaian skema ini, Hariyono berpesan kepada para siswa penerima manfaat agar tetap semangat dalam menjalankan ibadah puasa. Ia berharap hal ini dapat dimanfaatkan dengan optimal dan mendukung kesehatan siswa selama bulan suci.
“Mudah-mudahan paket kering dari BGN ini mereka senang dan tidak ada yang mubazir,” pungkasnya.
Editor: Erwin