Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman, khususnya di gereja-gereja dengan jumlah jemaat besar dan yang memiliki catatan kerawanan keamanan.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, dari total 190 gereja yang ada di Kota Samarinda, sebanyak 111 gereja dipastikan menggelar perayaan Natal.
Dari jumlah tersebut, kepolisian memfokuskan pengamanan pada empat gereja prioritas yang memiliki jumlah jemaat lebih dari 2.000 orang.
“Empat gereja prioritas pengamanan kami adalah Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi, Gereja Katolik Paroki Santo Lukas, Gereja Jemaat Immanuel Samarinda, dan Gereja Oikumene di Samarinda Seberang,” ujar Hendri Umar, Kamis (18/12/2025).
Ia menjelaskan, Polresta Samarinda akan mendirikan pos pengamanan di empat gereja tersebut dengan total 102 personel gabungan.
Untuk Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi dan Gereja Katolik Paroki Santo Lukas, masing-masing ditempatkan 37 personel gabungan.
“Sementara untuk Gereja Jemaat Immanuel Samarinda dan Gereja Oikumene, masing-masing kami siagakan 14 personel gabungan,” jelasnya.
Menurut Hendri, penempatan personel bersifat fleksibel dan menyesuaikan dengan jadwal misa, baik pada malam Natal, Hari Raya Natal, maupun rangkaian ibadah menyambut Tahun Baru. Personel gabungan akan bersiaga dan stasioner saat kegiatan ibadah berlangsung.
Khusus Gereja Oikumene di Samarinda Seberang, pengamanan dilakukan lebih ketat karena gereja tersebut pernah menjadi lokasi aksi teror bom pada tahun 2016. Peristiwa tersebut menjadi atensi khusus kepolisian dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru tahun ini. “Gereja Oikumene menjadi fokus utama kami agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Selain itu, kepolisian juga memberi perhatian pada gereja-gereja yang memiliki potensi kerawanan sosial, seperti gereja di Sungai Kledang dan Gereja Toraja di Mangkupalas.
Kapolresta berharap seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Samarinda dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan dukungan semua pihak.
Editor: Erwin