Generasi Muda Diminta jadi Pemimpin Adaptif di Era Digital
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Perubahan zaman yang kian cepat terutama ditengah derasnya arus digitalisasi membuat semua pihak terutama generasi muda harus mempersiapkan diri.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan yang menyebut masa depan daerah dan bangsa membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi diri serta lingkungan di sekitarnya.
Tantangan kepemimpinan ke depan semakin kompleks. Karena itu anak muda dituntut untuk memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi serta kepekaan dalam melihat peluang dan tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi.
“Pemimpin masa depan adalah mereka yang sanggup mengakselerasi berbagai potensi, baik yang ada dalam dirinya maupun yang ada di sekelilingnya,” kata Agusriansyah Senin (15/12/2025).
Politisi PKS itu menjelaskan, di era digital menghadirkan dua sisi yang tidak terpisahkan, yakni peluang besar dan tantangan yang serius.
Kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk mampu membaca situasi secara cermat, memahami dinamika perubahan, serta memanfaatkan peluang yang tersedia secara maksimal.
Penguatan literasi, perluasan jejaring, serta peningkatan kompetensi dan keterampilan hidup (life skill) juga sangat penting. Tanpa kemampuan beradaptasi, keterampilan yang dikuasai saat ini berpotensi cepat usang dan tidak lagi relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Perubahan terjadi sangat cepat. Jika tidak mampu mengantisipasinya, bisa jadi keterampilan yang dipelajari hari ini tidak lagi dibutuhkan dalam beberapa bulan ke depan. Ini menjadi indikator apakah seseorang siap atau tidak untuk menjadi pemimpin di masa mendatang,” jelasnya.
Kepemimpinan yang baik harus berangkat dari nilai-nilai dasar, terutama moralitas dan integritas. Konsistensi antara ucapan dan tindakan, kata dia, merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan dan keteladanan di tengah masyarakat.
“Selama moralnya terjaga dan antara perkataan serta perbuatan berjalan seiring, sejatinya kepemimpinan tidaklah sulit untuk dijalankan,” tegas Agusriansyah lagi.
Dirinya turut mengungkapkan prinsip kepemimpinan yang menjadi filosofi dalam pembangunan daerah, yakni jujur, teguh, berani, dan pintar. Keempat prinsip tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam mencetak pemimpin yang berkualitas dan berkarakter. Selain itu kemampuan komunikasi yang baik juga menjadi faktor krusial dalam menunjang efektivitas kepemimpinan.
Editor: Aspian Nur









