Gelaran yang berlangsung hingga 14 Desember ini, menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga drum band di Kaltim, setelah hampir lima tahun tanpa aktivitas besar.
Sekretaris Umum PDBI Kaltim, Sunaryo, dalam laporannya menyampaikan bahwa BK Porprov dan Kejurprov Junior tahun ini diikuti sekitar 200 atlet dari tujuh kabupaten/kota di Kaltim.
“Tahun ini kita mempertandingkan enam nomor lomba untuk BK dan dua nomor untuk Kejurprov Junior,” jelas Sunaryo.
Lanjutnya, untuk nomor street parade akan mulai digelar pada sore hari dengan rute mengelilingi Stadion Sempaja.
Para juri yang bertugas juga berasal dari berbagai daerah di Kaltim, yakni Kukar, Bontang, Balikpapan, dan Samarinda, seluruhnya bersertifikat PDBI.
Sunaryo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan besar ini setelah lima tahun tanpa event marching band.
“Hari ini adalah hari rayanya drum band Kaltim. Semoga ini menjadi awal bangkitnya event-event kita di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Wakil Sekum III KONI Kaltim, Yustina, menegaskan BK Porprov adalah tahapan penting menuju Porprov VIII di Kabupaten Paser tahun 2026.
“BK ini bukan sekadar perebutan tiket, melainkan proses penyaringan atlet terbaik di Benua Etam,” tegasnya.
KONI Kaltim juga menaruh harapan besar agar penyelenggaraan berjalan objektif, transparan, dan profesional, sehingga atlet yang lolos adalah mereka yang benar-benar siap bersaing di level lebih tinggi.
Yustina menyoroti potensi drum band sebagai cabor yang pernah memberi prestasi bagi Kaltim. Dia berharap pada PON 2028 di Nusa Tenggara, drum band kembali dipertandingkan dan Kaltim mampu berkiprah.
“Tunjukkan semangat juang, kemampuan terbaik, dan junjung tinggi sportivitas. Menang atau kalah adalah proses, yang terpenting kita menjaga kejujuran dan persaudaraan,” sebutnya.
Plt Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, juga menegaskan dukungannya terhadap kebangkitan olahraga drum band di Kaltim.
“Saya sedih mendengar bahwa kita sudah lima tahun vakum. Januari nanti, bertepatan dengan ulang tahun Pemprov, kita buat kegiatan lagi. Drum band harus kembali jaya,” ucap Faisal.
“Tidak ada atlet yang langsung mendapat emas di PON tanpa proses. Semua dimulai dari sini, BK, Porprov, BK PON, lalu PON,” sambungnya.
Faisal berharap kegiatan kali ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet masa depan yang mampu mewakili Kaltim bahkan Indonesia di tingkat internasional.
“Menuju SEA Games atau kejuaraan internasional dimulai dari disiplin latihan. Tanpa itu, prestasi tidak mungkin dicapai,” tutupnya.
Editor: Erwin