Penemuan bermula dari laporan warga yang melihat kapal bergerak perlahan dari tengah perairan tanpa aktivitas di atasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Pamapta II Polresta Samarinda bersama petugas PPI segera menuju lokasi untuk pemeriksaan. Seorang saksi yang naik pertama kali mendapati almarhum dalam keadaan tak bergerak. Pemeriksaan awal memastikan Tahang sudah meninggal dunia.
“Setelah dicek pria itu sudah dalam keadaan meninggal di atas kapal, namanya Tahang,” ujar Ipda Yudiansyah, Pamapta II Polresta Samarinda kepada Korankaltim.com di lokasi.
Saat ditemukan Tahang dalam posisi tertelungkup di depan setir kapal. Saat petugas tiba posisi tubuhnya seperti pertama kali ditemukan tanpa tanda adanya upaya penyelamatan diri.
Petugas PPI kemudian berkoordinasi dengan relawan dan Unit Inafis Polresta Samarinda untuk pemeriksaan lanjutan. Identifikasi dilakukan untuk memastikan kondisi serta kemungkinan penyebab kematian.
Informasi dari teman almarhum menyebutkan kalau Tahang kerap ditemukan dalam kondisi pingsan sebelumnya. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan masalah kesehatan.
“Soal penyakit almarhum kami masih dalami. Informasi awal mengatakan dia memang sering mengalami pingsan,” ucap Yudiansyah.
Hasil pemeriksaan tim Inafis, relawan dan PMI menunjukkan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara Tahang meninggal secara wajar di atas kapal. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Editor: Aspian Nur