Api cepat membesar dari lantai dua salah satu ruko, sehingga memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkar Samarinda, Ahmad Supriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons setelah menerima laporan kebakaran tersebut.
“Kami menerima informasi jam 19.03 ada kebakaran di Sirad Salman. Ternyata ruko yang terbakar,” ujarnya.
Melihat kondisi api yang cukup besar, Disdamkar langsung mengerahkan armada dari dua posko.
“Posko 3 menurunkan tiga unit, dan karena situasi membutuhkan bantuan, kami minta tambahan dari Posko 1 sebanyak dua unit. Jadi total lima unit diturunkan,” jelasnya.
Ia menerangkan, bangunan yang terbakar merupakan jajaran ruko dengan empat pintu dan dua lantai, ditambah bagian atas yang berfungsi seperti kafe tempat anak muda berkumpul. Dari seluruh bangunan, satu ruko di bagian pojok kanan menjadi yang paling terdampak.
“Ruko sebelah kanan pojok tadi itu memang sudah tutup,” ucapnya.
Ahmad menyebut proses pemadaman berlangsung cepat berkat akses jalan yang terbuka dan ketersediaan air yang memadai di sekitar lokasi.
“Karena posisi di pinggir jalan dan air mudah, penanganan kurang dari satu jam. Alhamdulillah cepat tertangani,” tuturnya.
Terkait sumber api, dugaan awal mengarah pada konsleting listrik dari lantai dua ruko pertama. Namun, Ahmad menegaskan penyebab pastinya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
“Informasinya dari lantai dua di ruko satu. Dugaan awal konsleting, tapi tetap menunggu hasil pemeriksaan,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Editor: Erwin