Menurutnya, curah hujan di Desember ini masih berada pada kategori menengah berdasarkan analisis 10 harian yang dilakukan pihaknya.
“Curah hujan di wilayah Samarinda dari awal hingga akhir Desember berkisar pada kategori menengah,” ujar Riza, saat ditemui setelah rapat koordinasi Kesiapsiagaan bencana Hidrometeorologi di Kantor BPKAD Samarinda, Jumat (5/12/2025).
Ia menegaskan potensi cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai meski Samarinda tidak berada pada jalur siklon tropis. Menurutnya, dinamika atmosfer dapat memicu hujan lebat sewaktu-waktu.
“Kalau siklon nggak berpotensi terjadi di Samarinda. Insyaallah aman karena kita ada di ekuator,” jelasnya.
Riza juga membandingkan kondisi Kota Samarinda dengan kejadian ekstrem di Sumatera yang dipicu siklon tropis hingga memicu curah hujan 300–400 mm dalam sehari.
“Itu setara dengan jumlah curah hujan satu bulan di Samarinda yang jatuh hanya dalam satu hari,” ucapnya.
BMKG mencatat hujan dengan intensitas di atas 50 mm per hari berpotensi terjadi sepanjang tahun. Periode Januari hingga Mei disebut memiliki peluang hujan lebat yang cukup tinggi.
“Bulan Mei juga masih ada potensi terjadinya curah hujan yang sangat lebat,” tambahnya.
Diakuinya, hampir seluruh wilayah Kota Samarinda memiliki kerentanan yang sama terhadap hujan tinggi karena luas kota yang tidak terlalu besar. Untuk mitigasi, BMKG terus memperbarui peringatan dini melalui website resmi, media sosial, dan grup WhatsApp.
“Puncak curah hujan terjadi pada Desember–Januari dan meningkat lagi pada Maret–April,” tutupnya.
Editor: Erwin