Bangunan pasar legendaris itu terlihat sudah siap digunakan, mulai dari kios, area parkir, lift, eskalator, toilet, kelistrikan, lapak pedagang basah di lantai dasar, videotron, hingga area bersantai di lantai paling atas.
Pengerjaan koridor yang menghubungkan Pasar Pagi dengan Masjid Raya dan Masjid Darussalam di Jalan Tumenggung juga hampir rampung.
Pemasangan saluran air dari sisi depan hingga Jalan Jenderal Sudirman, crossing di Jalan KH Khalid, dan pagar di eks Jalan Pandai turut dituntaskan.
Jalur distribusi serta area bongkar muat juga dipastikan lebih teratur agar operasional pasar ke depan berjalan rapi.
“Itu membuat kenyamanan baik dari sisi pedagang maupun mobilitas barang dagangan di sisi pasar ataupun rumah di eksisting Jalan Pandai,” ujar Andi Harun, Jumat (5/12/2025) sore.
Pekerjaan ini merupakan fasilitas penunjang yang memperkuat keterhubungan koridor menuju Citra Niaga dan Masjid Darussalam, sekaligus memberi batas jelas antara area pasar dan jalan umum, terutama untuk aktivitas bongkar muat.
Kemudian, Pasar Pagi nantinya juga akan menerapkan tata kelola modern berbasis digital. Pekan depan, sistem baru pengganti mekanisme sewa konvensional akan dipaparkan di Balai Kota.
“Bukti hak atas lapak atau toko nantinya berbentuk digital sehingga pengawasan lebih transparan,” ucapnya.
Langkah ini juga ditujukan untuk menutup celah praktik percaloan dan pengalihan aset yang selama ini muncul akibat anggapan keliru bahwa pedagang dapat menyewakan kembali lapaknya.
Edukasi kepada pedagang akan dilakukan bertahap untuk mengubah pola yang telah berlangsung belasan tahun. “Padahal yang boleh menyewakan adalah Pemkot karena pemilik aset itu Pemkot,” tegas Andi Harun.
Proses penataan disebut membutuhkan waktu, namun ia optimis sistem pengelolaan pasar yang lebih modern dapat segera diwujudkan. “Insyaallah tata kelola pasar lebih baik ke depannya,” tutupnya.
Editor: Erwin