Jasad pria tersebut pertama kali ditemukan oleh rekan kerja dan atasannya setelah beberapa hari tidak masuk kerja serta tidak merespons pesan melalui WhatsApp.
Pamapta 3 Polresta Samarinda, Ipda Riyan Rizki Hidayat menjelaskan bahwa rekan kerja korban mulai curiga ketika korban tak memberikan kabar. Mereka kemudian mendatangi rumah kontrakan rekannya untuk mengecek keberadaannya.
"Saat itu, rumah dalam keadaan terkunci rapat. Setelah bermusyawarah, diputuskan untuk mendobrak pintu karena diduga terjadi sesuatu yang membahayakan. Begitu pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa," ungkapnya.
Lebih lanjut, Inafis Polresta Samarinda bersama PMI Kota Samarinda langsung menuju lokasi penemuan tersebut, pihak kepolisian juga masih mendalami penyebab kematian korban.
“Untuk sementara kami masih melakukan penyelidikan apakah korban meninggal karena sakit atau ada tanda-tanda kekerasan,” kata Riyan.
Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui bekerja sebagai karyawan di sektor pertambangan yang berlokasi di wilayah Samarinda. Aktivitas kesehariannya disebut cukup rutin, sehingga ketiadaan kabar selama beberapa hari langsung menimbulkan kekhawatiran di antara rekan kerjanya.
Kepolisian juga memastikan korban tinggal seorang diri di rumah tersebut, proses pemberitahuan kepada keluarga telah dilakukan.
“Pihak keluarga berada di Balikpapan,” jelas Ipda Riyan.
Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban telah dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda .
“Untuk sementara, korban yang meninggal dunia kita evakuasi ke Rumah Sakit AWS,” ucapnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman dengan memeriksa kondisi rumah kontrakan dan meminta keterangan saksi, serta menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit.
Kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian sampai seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan.
Editor: Erwin