Peringatan ini disampaikan Gubernur Harum saat memimpin Morning Briefing di Aula UPTD Bapelkes Dinas Kesehatan Kaltim, pada Senin, (24/11/2025) kemarin.
“Pastikan tidak ada kegiatan mark-up dan fiktif. Di ujung tahun anggaran, jangan bekerja hantam kromo hanya untuk mengejar serapan anggaran yang tinggi,” tekan Gubernur Harum.
Gubernur bahkan menyatakan bahwa dirinya dapat memberikan toleransi jika target serapan anggaran sedikit meleset, asalkan pekerjaan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Tahun ini, target serapan anggaran Pemerintah Provinsi Kaltim ditetapkan sebesar 92,34 persen. Namun, Gubernur Harum berharap serapan anggaran dapat tembus hingga 95 persen.
Lebih lanjut, Gubernur Harum berpesan agar semua kegiatan harus tetap dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan yang telah ditetapkan.
“Hal-hal yang sangat penting untuk dijaga adalah terkait serapan anggaran, realisasi kegiatan, dan akuntabilitasnya. Pendukung lain yang juga harus mendapat perhatian serius adalah Surat Pertanggungjawaban (SPJ) harus lengkap, sah, dan bisa diuji,” tambahnya.
Gubernur menegaskan bahwa meskipun pekerjaan dilaksanakan di akhir tahun, mutu dan kualitasnya harus tetap dijaga.
“Mutu dan kualitas semua pekerjaan harus tetap dijaga. Terpenting kebermanfaatannya bisa dinikmati langsung oleh masyarakat. Ingat, setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan,” tutupnya. (*/kk)