Kegiatan ini dimulai Senin (24/11/2025) hari ini sampai besok, melibatkan ratusan anggota dari berbagai posko.
Pelaksana Harian Kepala BNN Kota Samarinda, Firdaus Christyoadi menyampaikan, langkah Disdamkarmat ini merupakan bentuk keseriusan dalam menjaga integritas lembaga yang kini semakin dekat dengan masyarakat. Damkar bukan hanya identik dengan penanganan kebakaran, tetapi juga sering menjadi tempat masyarakat meminta bantuan dalam berbagai persoalan.
“Ini komitmen Damkar untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Sekarang Damkar sudah seperti primadona. Bukan hanya soal kebakaran, tapi urusan rumah tangga sampai hewan peliharaan hilang pun sering larinya ke Damkar,” kata Firdaus kepada Korankaltim.com.
Dari total sekitar 218 personel yang dijadwalkan menjalani tes urine, pada hari pertama sekitar 70 orang sudah diperiksa dan seluruhnya menunjukkan hasil negatif.
Firdaus berharap hasil ini bertahan hingga seluruh peserta rampung menjalani tes.
“Mudah-mudahan tidak ada yang positif. Kalau pun nanti ada, kami siap melakukan asesmen dan rehabilitasi. Untuk urusan kepegawaian tetap kita serahkan ke Dinas Pemadam Kebakaran,” tegasnya.
Sementara Sekretaris Disdamkarmat Samarinda Ismail menambahkan, tes urine ini merupakan agenda rutin tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh anggota, termasuk pejabat struktural.
Sebagai instansi penyelamatan yang bekerja 24 jam, personel Damkar harus dipastikan dalam kondisi terbaik.
“Kami tes urine untuk memastikan semua anggota bebas dari narkoba. Ini berlaku bagi semua, termasuk pejabat. Bagaimana bisa menyelamatkan orang kalau kondisi anggota sendiri tidak baik,” ujar Ismail.
Tes dilakukan dua hari karena sistem kerja posko yang terbagi dalam beberapa shift. “Total personel sekitar 300-an. Untuk hari ini saja ada sekitar 200 orang yang ikut tes,” ujarnya.
Akan ada sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran. “Jika ada yang positif, akan kami laporkan ke BKPSDM untuk proses disiplin pegawai. Semua, baik ASN, P3K, maupun non PNS, wajib mengikuti aturan ini,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur