Fasilitas senilai Rp61,8 miliar itu dibangun melalui dua tahun anggaran, masing-masing Rp27,9 miliar pada 2024 dan Rp33,9 miliar di 2025, dengan tujuan menghadirkan sarana olahraga publik dan dapat dijangkau dengan mudah.
Sarana ini dilengkapi perangkat modern asal Korea Selatan, dengan total 32 bay yang masing-masing terhubung dengan sistem digital pemantau akurasi pukulan.
Dalam golf, bay merupakan unit ruang latihan individual di driving range tempat pemain melakukan pukulan. Artinya, fasilitas ini mampu menampung 32 pegolf yang berlatih secara bersamaan.
Seluruh perangkat telah terpasang dan sudah diuji fungsinya. Dari 32 bay yang tersedia, dua di antaranya merupakan ruang VIP yang ditempatkan di lantai bawah, sedangkan sisanya dibagi merata di kedua lantai.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan driving range dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Hendra Irawan memastikan bahwa progres fisik utama tinggal tahap akhir.
“Untuk program dan sistem yang digunakan alhamdulillah sudah terpasang 100 persen. Ada 32 bay dengan dua ruang VIP. Di bawah ada 16 bay termasuk VIP, di atas ada 16 bay,” kata Hendra, Minggu (23/11/2025).
Dengan perkembangan yang terus berjalan, Hendra optimis penyelesaian proyek dapat memenuhi jadwal yang telah ditetapkan, yaitu pada 31 Desember 2025 dan fasilitas bisa langsung dimanfaatkan setelah itu.
“Perangkat sudah terpasang semua dan sudah di uji coba, target Desember 2025 selesai semua dan siap untuk digunakan,” tukasnya.
Editor: Erwin