Sejak operasi dimulai dari pagi hingga sore, hingga Jumat (21/11/2025) petugas telah menindak sekitar 200 pelanggaran di berbagai titik kota.
Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, mengatakan bahwa penggunaan ETLE Mobile membawa perubahan besar dalam efektivitas penindakan di lapangan.
“Penindakan hari ini kita tingkatkan melalui ETLE Mobile. Begitu ada pelanggaran yang terlihat langsung, seperti helm atau knalpot brong yang suaranya jelas, kita capture dan diproses sesuai mekanisme ETLE,” jelasnya saat ditemui di lokasi razia, Jumat (21/11/2025) sore.
Sejumlah titik pusat kota menjadi fokus penindakan, di antaranya Jalan Abul Hasan, Jalan Perniagaan, kawasan Kusuma Bangsa, dan area Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).
Pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah tidak memakai helm, penggunaan knalpot brong, serta perilaku berkendara berbahaya, seperti berpindah jalur tiba-tiba dari kiri ke kanan.
“Pagi ini cukup banyak pelanggaran oleh pengendara ibu-ibu, terutama saat berpindah jalur tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas,” ungkapnya.
Selain penindakan kendaraan roda dua, Satlantas juga menggelar operasi di kawasan Jembatan Mahulu pada sore hari. Dalam pemeriksaan tersebut, sebanyak 34 kendaraan roda enam diperiksa terkait kelengkapan dan standar keselamatan.
“Di lapangan, sebagian kendaraan roda 6 dan roda 8 tidak menggunakan safety belt, dan hasil uji tinggi bak juga menunjukkan banyak yang melebihi batas,” tegasnya.
Penerapan ETLE Mobile, lanjut Ismail, membuat proses penindakan lebih cepat dan minim gesekan dengan masyarakat. Petugas tidak perlu menghentikan kendaraan secara langsung karena bukti pelanggaran terekam otomatis dalam sistem ETLE.
“Dengan bukti rekaman yang akurat, prosesnya jadi lebih cepat dan menghindarkan situasi-situasi yang tidak perlu,” katanya.
Ia menambahkan, ETLE Mobile memungkinkan penindakan berlangsung secara kontinu tanpa razia statis. Semua pelanggaran yang terekam langsung diverifikasi dan diproses sesuai prosedur.
Dengan pendekatan berbasis teknologi ini, Satlantas Polresta Samarinda berharap tingkat kepatuhan masyarakat meningkat, terutama dalam penggunaan helm dan pengurangan knalpot brong selama Operasi Zebra berlangsung.
Editor: Erwin