Sekretaris Diskominfo Samarinda Suparmin menjelaskan, pengerjaan aplikasi telah mencapai sekitar 20 persen. Tahapan ini menjadi fondasi sebelum fitur lengkap disiapkan.
“Benar, Diskominfo ditugaskan Pak Wali untuk buat aplikasinya. Progres aplikasi sampai hari ini sekitar 20 persen, mencakup struktur data dan logika,” ujar Suparmin, Selasa (18/11/2025).
Ia menyampaikan dalam waktu dekat ini pihaknya kembali melakukan paparan internal. Jika seluruh kebutuhan data yang disiapkan Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda sudah dinilai bersih, maka pengembangan bisa dilanjutkan ke tahap penyusunan fitur.
“Kalau masalah datanya sudah clear, kami lanjut ke pengembangan fitur. Targetnya dua minggu, jadi akhir bulan sudah bisa dipaparkan ke Wali Kota (Andi Harun) dulu,” jelasnya.
Dalam paparan teknis berikutnya, tim akan membahas detail fitur yang diperlukan, seperti alur pendaftaran, verifikasi pedagang, hingga pemetaan kios dan petak berdasarkan segmen.
Fitur-fitur ini akan menjadi penghubung antara data pedagang yang telah dikumpulkan Disdag Samarinda dan proses relokasi menuju gedung Pasar Pagi yang baru direvitalisasi.
Langkah percepatan ini menjadi krusial mengingat pemindahan pedagang masih menunggu kesiapan aplikasi. Setelah sistem rampung dan disetujui Wali Kota, barulah proses pendaftaran digital dapat dibuka dan data final pedagang tersusun.
Dengan demikian, progres terbaru dari Diskominfo memastikan bahwa seluruh proses masih berjalan sesuai jalur dan mendekati jadwal yang ditetapkan. Pemerintah menargetkan aplikasi dapat segera diuji dan digunakan sebelum akhir tahun.
“Kalau sudah firmed (final), baru (aplikasi) siap digunakan,” tutupnya.
Editor: Erwin