Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 14.25 Wita, hanya beberapa meter dari titik dugaan awal dia tercebur (Last Known Position/LKP).
Sejak pagi, tim SAR melakukan penyisiran dengan pola ketat. Mereka menggerakkan rubber boat untuk menelusuri arus dari hulu menuju hilir, sambil memperkuat sweeping menggunakan alat V Search guna mendeteksi anomali di bawah permukaan air.
Kondisi lapangan tidak mudah. Arus yang deras serta banyaknya kayu gelondongan yang hanyut membuat laju perahu dan jarak pandang tim semakin terbatas.
Komandan Search Rescue Unit (SRU) Basarnas Balikpapan, Nur Ngalim, menjelaskan bahwa hari kedua pencarian difokuskan penuh pada area terdekat LKP. Dugaan kuat menyebut korban tidak terbawa jauh karena karakter sungai yang berlumpur dan memiliki banyak cekungan di dasar.
“Tim sejak pagi melakukan penyapuan area sempit dengan rubber boat, dibantu V Search untuk menyisir air. Tantangannya cukup berat, arus kencang dan tumpukan kayu besar membuat kami harus sangat berhati-hati,” terang Ngalim.
Selain alat elektronik, tim juga kembali menurunkan P-Shot, alat pengait yang digunakan dengan metode tarikan menyilang untuk menyentuh dasar sungai. Hasilnya langsung terasa. Sekitar 15–20 menit setelah alat diturunkan, tim merasakan beban tersangkut di dasar.
“Ketika pengait bergerak dan terasa ada benda berat, anggota langsung melakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah diangkat, dipastikan itu adalah jenazah korban,” katanya.
Saat ditemukan, tubuh Arbainsyah tertutup lumpur sehingga tidak tampak dari permukaan. Proses evakuasi dilakukan perlahan agar kondisi jasad tetap utuh saat diangkat ke perahu. Jenazah kemudian dibawa ke dermaga sebelum diserahkan kepada pihak keluarga yang sejak pagi menunggu perkembangan pencarian.
“Dengan ditemukannya korban, operasi resmi dihentikan. Kami nyatakan operasi SAR selesai setelah korban berhasil ditemukan dan diserahkan kepada keluarga,” tegas Ngalim.
Keluarga langsung membawa jenazah ke rumah duka untuk proses selanjutnya. Penemuan ini sekaligus menutup rangkaian pencarian yang berlangsung penuh tantangan sejak korban dilaporkan hilang.
Editor: Erwin