Tim SAR gabungan menemukan pemuda berusia 20 tahun itu dalam keadaan meninggal dunia Jumat (14/11/2025) pagi tadi, tidak jauh dari titik awal dugaan jatuhnya ke Sungai Mahakam.
“Tim SAR gabungan memulai pencarian pada pukul 07.00 WITA pagi tadi dengan melakukan penyisiran di sekitar titik dia diduga terjatuh,” jelas Koordinator Pos SAR Samarinda Mardi Sianturi kepada Korankaltim.com.
Pencarian berlangsung cepat hingga akhirnya Rian ditemukan. “Sekitar pukul 07.35 WITA berhasil ditemukan berjarak kurang lebih 10 meter dari titik dugaan jatuh dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.
Mardi menegaskan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar. “Kami langsung mengevakuasi jasad almarhum dan menyerahkannya kepada pihak keluarga. Prosedur penanganan kondisi membahayakan manusia sudah kami laksanakan sesuai standar,” paparnya.
Sebelum laporan hilangnya Rian diterima, pemuda itu sempat terlihat menuju speedboat dikawasan tersebut sekitar pukul 15.30 WITA sore hari pada Rabu dua hari lalu, namun setelah naik ke atas kapal cepat itu Rian tidak terlihat lagi.
“Ada yang melihat dia naik ke atas speedboat dan setelah itu tidak terlihat lagi. Malamnya keluarga melapor karena almarhum tidak pulang,” ujar Mardi.
Keterangan lain datang dari penjaga speedboat yang menemukan sandal Rian di jembatan dan telepon genggamnya di buritan kiri speedboat. “Barang-barang yang tertinggal tanpa keberadaan pemiliknya, jadi ada indikator kuat terjadi musibah,” tambahnya.
Pada Kamis (13/11/2025) Ketua RT 013 Sungai Keledang melaporkan dugaan warganya jatuh ke sungai sekitar pukul 06.30 WITA. “Dari informasi itu kami langsung melakukan pengecekan awal sebelum memulai operasi penuh,” jelas Mardi.
Editor: Aspian Nur