Ini setelah sebuah video viral memperlihatkan material proyek berjatuhan dari bak truk di Jalan Pangeran Suryanata, Samarinda Ulu, hal mana yang menimbulkan kekhawatiran warga karena muatan yang berserakan bisa mengancam keselamatan pengendara lain.
Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda Iptu Ismail Marzuki mengungkapkan, mereka langsung turun tangan setelah mendapatkan laporan dan melihat video tersebut. Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan sopir truk sangat jelas terlihat, yakni tidak menutup muatan dengan terpal sebagaimana diatur dalam ketentuan lalu lintas.
“Kami sudah melakukan penindakan berupa tilang kepada sopir yang bersangkutan. Material yang tidak ditutup terpal itu sangat berpotensi membahayakan pengguna jalan,” kata Ismail kepada Korankaltim.com Jumat (14/11/2025).
Kejadian seperti itu bukan persoalan sepele. Batu, pasir atau koral yang jatuh ke jalan bisa membuat motor tergelincir atau mobil kehilangan kendali, terlebih saat kondisi jalan gelap di malam hari. Ismail menyebut masih banyak pengemudi truk material yang beroperasi tanpa mematuhi aturan keselamatan.
“Banyak sopir yang beroperasi malam hari dan merasa aman tanpa terpal padahal justru malam hari resiko kecelakaan meningkat karena visibilitas pengendara lain menurun,” ungkapnya.
Selain pelanggaran terkait muatan, sejumlah truk yang diperiksa petugas juga kedapatan belum melakukan uji KIR. Kendaraan tanpa uji kelayakan jalan dinilai berisiko besar mengalami gangguan teknis yang bisa menyebabkan kecelakaan.
“Rata-rata pelanggar tidak melakukan uji KIR. Ini akan kami tindaklanjuti bersama dinas terkait untuk melakukan penertiban yang lebih komprehensif,” sebut Ismail.
Satlantas Polresta Samarinda tidak akan berhenti pada satu kasus ini saja. Mereka berencana meningkatkan patroli, baik pada siang maupun malam hari, khususnya di jalur-jalur yang sering dilintasi truk material seperti Jalan Pangeran Suryanata dan Slamet Riyadi.
“Patroli akan kami intensifkan. Kami ingin mencegah potensi kecelakaan dan memastikan semua pengemudi mematuhi aturan keselamatan,” tegasnya.
Dengan meningkatnya pengawasan ini, Ismail berharap kesadaran pengemudi dan perusahaan angkutan material semakin tinggi sehingga kejadian serupa tidak terus terulang di kemudian hari.
Editor: Aspian Nur