Ketua RT 02, Siti Fatimah mengungkapkan bahwa korban tinggal seorang diri di rumah dua lantai tersebut. Menurutnya, warga mulai curiga karena korban tak terlihat selama dua hari terakhir.
“Biasanya kelihatan atau terdengar aktivitasnya. Tapi dua hari ini kok nggak ada. Terus adiknya datang ke rumah saya, bilang minta tolong karena rumah kakaknya itu terbuka tapi di dalam gelap,” ujar Siti Fatimah kepada Korankaltim.com, saat ditemui di lokasi.
Ia menuturkan, dirinya bersama salah satu warga, Salim langsung menyambangi rumah korban untuk memastikan kondisinya. Dari depan rumah, mereka mencium bau menyengat yang membuat keduanya semakin curiga.
“Saya cuma sampai depan rumah saja, nggak berani masuk. Bau sudah tercium kuat. Saya curiga jangan-jangan memang sudah meninggal,” jelasnya.
Siti menambahkan, adik korban datang ke rumah karena merasa curiga, lantaran sudah dua hari tak bisa menghubungi sang kakak.
“Sebelumnya adiknya sempat menghubungi, tapi nggak dijawab. Setelah dua hari, dia datang langsung dan ternyata rumahnya gelap serta pintu depan terbuka,” terangnya.
Sementara itu, Ipda Rifqhi Sactio dari Unit Pamapta I Polresta Samarinda membenarkan penemuan jazad tersebut. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.
“Dari kondisi jenazah dan ukuran belatung yang ditemukan di tubuh korban, diperkirakan meninggal sudah lebih dari empat hari,” jelas Rifqhi di lokasi kejadian.
Diakuinya, korban ditemukan dalam posisi terbaring di kamar tidur lantai dua rumahnya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk sementara tidak bisa kami simpulkan ada tidaknya tanda kekerasan, karena kondisi jenazah sudah dalam tahap pembusukan. Jenazah sudah dibawa ke RSUD AWS Samarinda untuk dilakukan otopsi,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian korban. Sementara rumah korban telah dipasangi garis polisi guna kepentingan olah TKP lanjutan oleh tim Inafis Polresta Samarinda.
Editor: Erwin