Ironisnya, terduga pelaku adalah pria yang dikenal sangat dekat, bahkan menjadi sahabat karib dari orangtua korban.
Laporan tragis ini diterima Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur pada Selasa (11/11/2025) malam lalu, setelah tante korban berani melapor.
“Tantenya datang melapor, menyampaikan dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Dari situlah kami mulai melakukan pendampingan,” jelas Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun kepada Korankaltim.com Kamis (13/11/2025).
Hubungan dekat antara pelaku dan keluarga korban yang berawal dari urusan pekerjaanbmembuat pelaku sering diizinkan menginap. Kepercayaan penuh inilah yang disalahgunakan. Pelaku disebut memanfaatkan momen saat mengajak korban dan adiknya bepergian menggunakan truk.
TRC PPA mengungkapkan pelecehan pertama terjadi dalam truk. Kemudian, pada Oktober 2025, aksi pelaku meningkat menjadi persetubuhan, berlokasi di dalam truk di kawasan Kecamatan Sambutan.
“Aksi bejat itu terus berlanjut hingga November 2025. Bahkan dalam insiden terakhir, pelaku disebut melakukan tindakan cabul di depan adik korban,” tambah Rina.
Korban mengaku selalu dibawah tekanan ancaman pelaku sehingga memilih bungkam. Meskipun sempat mencoba bercerita, orangtua korban sempat meragukan kesaksian anaknya karena tingginya kepercayaan mereka terhadap pelaku.
“Namun karena pelaku adalah orang yang sangat dipercaya keluarga, orangtua korban sempat meragukan cerita anaknya,” tutur Rina.
Berkat keberanian tante korban, kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Samarinda Kota. TRC PPA kini memberikan pendampingan hukum dan psikologis.
"Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Tidak boleh ada lagi anak yang menjadi korban, terlebih oleh orang dekat yang seharusnya memberikan rasa aman," sebut Rina.
Aparat penegak hukum didesak segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman maksimal kepada pelaku.
Editor: Aspian Nur