Menurut keterangan saksi mata, Erwin, api bermula dari tumpukan sampah di pojok area tersebut. Awalnya hanya terlihat sedikit sampah daun bambu. Namun, karena tertiup angin, api merambat ke loakan bemper mobil yang mudah terbakar.
“Awalnya kan banyak sampah, sampah daun bambu. Di pojok situ sampahnya sedikit, cuma karena angin, dia merambat ke tumpukan bemper, makanya besarnya dari situ,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Ia menuturkan, sempat berupaya memadamkan api menggunakan mesin pencuci motor. Namun, kobaran api tak mampu dikendalikan.
“Sempat juga disemprot pakai mesin cuci motor, tapi apinya sudah membesar. Semua bemper mobil bekas terbakar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinsa Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto, membenarkan kebakaran tersebut. Ia menjelaskan api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan di sekitar lokasi.
“Sekitar pukul 16.25 itu ada pembakaran sampah. Memang tempat itu pemicu api semua, karena banyak bahan mudah terbakar seperti plastik dan suku cadang mobil,” jelasnya.
Ia menuturkan, sebanyak tiga posko pemadam dikerahkan ke lokasi, yaitu Posko 2, Posko 3, dan Posko 11, dibantu oleh sejumlah relawan. Berkat respon cepat, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam.
“Alhamdulillah, karena lokasinya di pinggir jalan, tiga posko bisa turun cepat dan pemadaman berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebakaran tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas pembakaran sampah di sekitar area yang banyak menyimpan barang mudah terbakar.
“Namanya musibah, tidak ada yang tahu kapan datangnya, jadi kita harus selalu waspada,” pungkasnya.
Editor: Erwin