Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dibawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun pastinya sudah menyiapkan strategi khusus agar program prioritas tetap berjalan sesuai rencana.
Hal ini disampaikan anggota DPRD Kaltim Andi Muhammad Afif Rayhan Harun yang menyebut pemkot pasti telah mengatur pos-pos anggaran penting untuk memastikan proyek seperti pengendalian banjir dan pembangunan Teras Samarinda tetap mendapat prioritas pendanaan.
“Wali Kota sudah punya langkah konkret untuk menghadapi situasi ini. Beliau telah mengamankan sejumlah pos anggaran penting, jadi kondisi keuangan daerah masih terkendali,” ujar Afif kepada Korankaltim.com Jumat (7/11/2025).
Politikus dari daerah pemilihan (Dapil) Samarinda tersebut juga mengapresiasi kinerja Andi Harun yang dinilainya konsisten merealisasikan berbagai program strategis sesuai target.
Pengalaman dan rekam jejak keberhasilan Pemkot Samarinda dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti kemampuan pemerintah daerah menjaga stabilitas pembangunan, meski menghadapi keterbatasan fiskal.
“Kalau melihat dari capaian selama ini, hampir semua program strategis di Samarinda berjalan sesuai rencana. Karena itu, saya yakin kebijakan efisiensi ini tidak akan mengganggu laju pembangunan,” tambahnya.
Meski demikian, hingga kini Kementerian Keuangan belum mengeluarkan keputusan final terkait besaran DBH yang akan dialokasikan untuk Kaltim pada tahun anggaran 2026. Informasi sementara menyebutkan, rencana pemotongan dana tersebut bisa mencapai 50 hingga 75 persen dari jumlah semula.
Sebelumnya Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengungkapkan penurunan DBH dalam skala besar berpotensi memengaruhi kestabilan fiskal daerah. Pasalnya sebagian besar pendapatan Kaltim masih mengandalkan transfer dana dari pemerintah pusat.
Rudy bahkan menyebut skenario pemotongan sebesar 75 persen kini dijadikan acuan oleh pemerintah daerah dalam penyusunan rencana keuangan. Jika skenario itu terealisasi, maka dari total semestinya Rp6 Triliun, Kaltim hanya akan menerima sekitar Rp1,4 Triliun.
Editor: Aspian Nur