Hari ini, Dapur SPPG Bugis di Go Mall Jalan Bhayangkara mulai beroperasi dan melayani pelajar, diantaranya murid di SDN 002 yang letaknya tidak jauh dari dapur tersebut.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menargetkan 73 dapur untuk menjangkau hingga 135 ribu pelajar dengan sistem pemantauan stok dan menu secara digital di Kota Tepian.
“Kami telah membentuk Satgas (Satuan Tugas) Percepatan Pelaksanaan MBG dan berkoordinasi secara intensif dengan semua stakeholder,” kata Andi Harun usai mengunjungi SDN 002 Kamis (6/11/2025).
Selain memanfaatkan aplikasi monitoring dari BGN, Pemkot Samarinda juga membuat dashboard digital di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk memantau lokasi dapur, ketersediaan stok dan distribusi menu secara langsung atau real time.
“Masyarakat nanti bisa melihat, sehingga kami bisa menganalisis kemampuan dapur beberapa hari ke depan. Dengan begitu, mata rantai ini bisa terus dimitigasi,” paparnya.
Meski begitu Andi Harun tak menampik kalau menjalankan program ini tidak mudah karena sebagian besar bahan pokok masih berasal dari luar daerah.
"Satu dapur bisa melayani antara seribu sampai tiga ribu siswa dan itu tidak mudah. Dibutuhkan SDM, manajemen, serta kolaborasi yang baik supaya semuanya berjalan terkoordinasi,” jelasnya.
Perbaikan menu juga harus dilakukan, misalnya dengan mengganti buah pisang di dalam ompreng, karena nasi yang disajikan sudah mengandung karbohidrat, sehingga keseimbangan gizi tetap terjaga. "Ke depan, buahnya bisa diganti semangka atau lainnya,” imbuhnya.
Setiap dapur SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan untuk menjamin keamanan pangan, standar gizi, dan kehalalan makanan.
Pemkot Samarinda pun mendorong seluruh dapur mematuhi ketentuan tersebut, termasuk mengikuti pelatihan sertifikasi. “Koordinasi dengan BGN sudah kami siapkan. Kami akan mendukung pelaksanaan pelatihan sertifikasi untuk semua dapur SPPG,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur