Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.30 Wita ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan keindahan kota.
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini menjelaskan bahwa dalam operasi kali ini, petugas mengamankan delapan gerobak pedagang beserta perlengkapan seperti payung dan KTP milik para pelanggar.
Menurutnya, proses pengembalian barang sitaan petugas akan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami tidak bisa langsung mengembalikan barang begitu saja. Semua harus melalui proses. Kami punya SOP yang mengatur tahapan mulai dari pemanggilan, pembuatan berita acara, hingga pelimpahan berkas ke kejaksaan,” ungkapnya.
Lanjutnya, meski sempat terjadi perlawanan kecil dari pedagang, Anis memastikan tidak ada tindak kekerasan dalam penertiban tersebut.
“Tadi memang ada insiden kecil, petugas kami dirangkul dan akhirnya sama-sama terjatuh. Tapi tidak ada pemukulan atau tindak kekerasan. Semua masih dalam kendali,” ungkapnya.
Anis berharap masyarakat, terutama para pedagang, bisa mematuhi aturan dan menempati lokasi yang telah disediakan pemerintah. Ia menegaskan, lokasi alternatif sebenarnya sudah disiapkan di Pasar Kedondong.
“Kita sudah berulang kali mengingatkan dan bahkan menawarkan lokasi alternatif di Pasar Kedondong. Kalau masih melanggar, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan,” terangnya.
Anis mengaku, sebelum dilaksanakan penertiban di Taman Kupu-Kupu, pihaknya juga telah melakukan penertiban di kawasan Kembang-Kembang, Pasar Pagi dan pedagang yang sebelumnya melanggar, sebagian besar kini telah tertib.
“Sebelum kegiatan di Islamic, tadi pagi kami juga sudah melakukan penertiban di Kembang-Kembang, Pasar Pagi. Dari sekitar sepuluh pelanggar sebelumnya, kini sebagian besar sudah patuh,” jelasnya.
Meski demikian, masih ada sejumlah pedagang yang nekat berjualan di area terlarang seperti trotoar depan Islamic Center. Petugas yang berpatroli secara rutin bahkan sering mendapat perlawanan dari pedagang yang tidak mau ditertibkan.
“Anggota kami ini patroli terus, tiga shift dalam 24 jam. Bahkan kemarin baru saja dihimbau, tapi tetap saja kembali berjualan. Kadang mereka melawan petugas di lapangan,” teragnya.
Anis menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menata kawasan tersebut agar benar-benar bersih dari PKL.
“Saya ingin mulai dari Taman Bebaya hingga Kupu-Kupu itu bersih dari PKL. Ini memang target yang harus kami wujudkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin