Dari hasil kunjungan tersebut, ia mencatat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi persoalan utama yang belum terselesaikan secara merata di wilayah-wilayah tersebut.
“Keluhan yang selalu muncul dari masyarakat itu masih berkaitan dengan kebutuhan dasar, seperti listrik, pendidikan dan air bersih,” ujar Agus Aras saat ditemui Korankaltim.com, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, permasalahan pasokan listrik masih menjadi keluhan utama, terutama di kawasan pedesaan yang belum sepenuhnya teraliri listrik dengan baik. Selain itu, akses terhadap fasilitas pendidikan di tingkat SMA dan SMK juga menjadi sorotan.
Banyak masyarakat mengeluhkan jarak sekolah yang jauh serta kondisi jalan yang sulit dijangkau, sehingga anak-anak di daerah pedalaman kesulitan mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
“Masih banyak anak-anak kita yang belum bisa mendapatkan pendidikan dengan mudah. Untuk menuju sekolah saja, jalannya cukup jauh dan sulit dilalui,” jelas Agus.
Tak hanya itu, masalah air bersih juga menjadi perhatian serius. Agus mencontohkan kondisi di Desa Sekrat dan Selangkau, Kutim, di mana sudah terdapat infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik PDAM, namun belum berfungsi maksimal melayani masyarakat.
“Di Desa Sekrat dan Selangkau itu sebenarnya sudah ada SPAM PDAM, tapi belum bisa beroperasi maksimal. Ini perlu perhatian serius karena air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Selain kebutuhan dasar, Agus juga menyoroti akses antarwilayah yang masih menjadi kendala, khususnya di Kutim.
Sebagian besar jalan penghubung antar desa masih berada dalam kewenangan pemerintah kabupaten dan kondisinya banyak yang rusak.
“Jalan antarwilayah di Kutim masih menjadi keluhan warga. Kita harap pemerintah kabupaten dan provinsi bisa bekerja sama, terutama melalui alokasi bantuan keuangan (bankeu) yang lebih optimal untuk perbaikan infrastruktur jalan,” pungkasnya.
Melalui hasil reses ini, Agus Aras berkomitmen untuk mendorong pemerintah provinsi memberikan perhatian lebih besar terhadap pemerataan layanan dasar di seluruh wilayah Kaltim, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal dalam pembangunan infrastruktur publik.
Editor: Erwin