Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, usai mengikuti Rapat Breafing dan Penyampaian Target Kerja Kepada Seluruh Kepala Perangkat/Unit Kerja, di Kantor Dinas PUPR-PERA Selasa (4/11/2025) hari ini.
Dari laporan tersebut sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya sementara untuk realisasi pendapatan asli daerah (PAD) telah mencapai 78 persen, sedangkan dana transfer dari pusat sebesar 69 persen.
“Jadi capaian 71 persen ini merupakan rata-rata dari seluruh OPD. Walaupun memang ada yang sudah mencapai 80 persen, tapi juga masih ada yang di bawah 70 persen,” ujar Sri kepada Korankaltim.com.
Percepatan serapan anggaran menjadi fokus utama Pemprov, terutama setelah adanya arahan dari Menteri Keuangan saat melakukan pertemuan bersama kepala daerah, bahwa tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) akan diberikan apabila pengelolaan keuangan daerah dinilai baik mulai bulan Oktober hingga bulan Maret tahun depan.
“Kami sudah melakukan perbaikan signifikan. Seperti di minggu lalu serapan OPD kita masih di angka 60 persen, sekarang sudah naik menjadi 71 persen,” ungkapnya.
Capaian tersebut lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, di mana angka 71 persen baru tercapai pada bulan November. Dengan percepatan ini kata dia, Pemprov akan fokus pada penyelesaian kegiatan nonfisik yang lebih mudah dituntaskan dalam waktu dekat.
“Untuk keuangan juga tidak selalu harus melalui ganti uang (GU), tapi bisa juga tambah uang (TU). Kalau GU menunggu realisasi belanja sebelumnya, TU bisa lebih cepat digunakan,” jelasnya.
Sri optimistis serapan APBD Kaltim bisa mencapai target realisasi hingga 94 persen sesuai prognosis. Dengan capaian ini, peluang untuk mendapatkan tambahan TKD pada tahun depan dinilai cukup besar.
Editor: Aspian Nur