Ia menilai proyek tersebut kurang matang dalam perencanaan dan pelaksanaannya, terutama dari sisi kesiapan kontraktor di lapangan.
Median jalan yang baru saja diperbaiki dengan lapisan keramik pada tahun lalu kini kembali dibongkar untuk perbaikan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat terkait efisiensi penggunaan anggaran.
“Padahal baru tahun kemarin itu diperbaiki, sekarang dibongkar lagi. Kalau seperti ini kan kesannya boros anggaran,” ujar Andi Afif saat dimintai tanggapan, Senin (3/11/2025).
Meski begitu, politikus muda asal Partai Gerindra ini menilai penggantian material median sebenarnya langkah yang tepat.
Menurutnya, penggunaan keramik di median jalan memang tidak ideal karena berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
“Kalau dari sisi penggantian sih saya setuju, karena keramik itu membahayakan pengguna jalan. Tapi memang dulu pengerjaannya kurang tepat,” ujarnya.
Namun, yang menjadi sorotan utama Andi Afif adalah manajemen proyek di lapangan yang dinilainya tidak terencana dengan baik.
Dia menilai kontraktor pelaksana seharusnya mempersiapkan seluruh material terlebih dahulu sebelum melakukan pembongkaran.
“Harusnya materialnya ready dulu baru dibongkar. Ini kan sudah dibongkar tapi tidak langsung ditutup, akhirnya tanahnya terbuka dan berisiko saat hujan,” tegasnya.
“Kalau sampai hujan deras, tanah bisa hanyut, bahkan bisa berpotensi pohon tumbang karena tergerus,” tambahnya.
Dirinya juga menyebut kondisi median yang dibiarkan terbuka membuat kawasan sekitar menjadi kotor dan tidak sedap dipandang. Menurutnya, hal itu bisa dihindari jika kontraktor bekerja dengan lebih profesional.
“Harusnya kontraktornya lebih canggih lah. Kalau sudah siap bahan, baru bongkar dan langsung pasang. Paling tidak, area yang dibuka itu ditutup sementara supaya tidak tergerus air hujan,” jelasnya.
Andi Afif enggan berkomentar lebih jauh mengenai alasan di balik pengerjaan ulang median jalan tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Samarinda untuk memberikan penjelasan.
“Kalau soal kenapa dikerjakan lagi, ya silakan tanya ke Pemkot saja. Saya juga baru tahu kalau itu proyek di masa Pak Wali yang sekarang,” pungkasnya.
Editor: Erwin