Proyek ini merupakan bagian dari upaya peningkatan jaringan air bersih yang dilakukan melalui kerja sama PDAM Samarinda, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, dan Polresta Samarinda.
Rekayasa lalu lintas dilakukan dalam dua tahap, yaitu pada 3–5 November 2025 dan 10–12 November 2025, dengan waktu pelaksanaan pukul 22.00 hingga 05.00 Wita.
Selama periode tersebut, masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif agar tidak terjebak antrean kendaraan di sekitar lokasi.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, menjelaskan bahwa pembatasan diberlakukan khusus untuk truk bermuatan berat di atas delapan ton.
“Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan besar tidak diperbolehkan melintasi Jalan Slamet Riyadi. Jalurnya kami alihkan melalui Jalan Teuku Umar,” katanya, Saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (3/11/2025).
Ia menambahkan, pengalihan arus dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat pada siang hari. Polisi dan petugas Dishub akan ditempatkan di titik-titik pengalihan untuk membantu pengguna jalan dan mengatur kelancaran arus lalu lintas.
“Kami sudah menyiapkan rambu peringatan dan papan pengalihan agar pengendara bisa mengikuti jalur yang disarankan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk kendaraan dari arah Jalan Slamet Riyadi menuju jalan R.E Martadinata akan dialikan menuju jalan Anggi sampai kepada Jalan Cendana hingga keluar di jalan Antasari menuju Jalan R.E Martadinata.
“Untuk arah sebaliknya pun sama kami alihkan ke Jalan Cendana, sementara itu untuk kendaraan berat kami alihkan menuju jalan Tengku Umar,” Jelasnya.
Kompol La Ode mengakui adanya potensi gangguan sementara, namun menurutnya langkah ini penting demi keselamatan dan kelancaran proyek vital tersebut.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pekerjaan ini untuk kepentingan bersama, agar pasokan air bersih di Samarinda bisa semakin baik,” pungkasnya.
Dengan adanya pengalihan sementara ini, masyarakat diimbau memperhatikan petunjuk petugas dan mengatur waktu perjalanan, terutama pada malam hari, demi keselamatan bersama.
Editor: Erwin