Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda bersama Bank Sampah Induk Bungas Mahakam pun mendorong warga untuk menjadikan sampah sebagai sumber penghasilan baru.
Direktur Bank Sampah Induk Bungas Mahakam Iwan Harwidian Maharisma menjelaskan, keberadaan bank sampah kini menjadi motor penggerak ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. "Bank sampah bukan hanya tempat pengumpulan atau pemilahan sampah, tapi juga wadah ekonomi hijau. Dari sini muncul sirkulasi ekonomi yang dirasakan langsung oleh warga,” kata Iwan kepada Korankaltim.com Senin (3/11/2025)
Dari sekitar 90 bank sampah yang terdaftar di Samarinda, kontribusinya terhadap pengurangan volume sampah di TPA terus meningkat. "Data terakhir menunjukkan sekitar 20 ton sampah berhasil dikelola setiap hari melalui jaringan Bank Sampah Negeri di Samarinda,” jelas Iwan.
Manfaat ekonomi dari bank sampah bisa dirasakan masyarakat secara langsung, terutama ibu rumah tangga. Dengan menabung sampah, mereka dapat memperoleh tambahan penghasilan dari hasil penjualan plastik, kertas, hingga logam bekas.
"Gerakan ini tidak hanya mengubah cara pandang terhadap sampah, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” paparnya.
Sementara Rosmini, Direktur Bank Sampah Subur Makmur di Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang menyebut, motivasi awal pembentukan bank sampah di lingkungannya adalah untuk mengedukasi warga agar sadar akan nilai ekonomi dari sampah.
“Kami ingin warga belajar bahwa sampah bisa jadi tabungan. Dari menabung sampah, mereka bisa menambah pemasukan keluarga,” kata Rosmini.
Setiap bulan, warga membawa sampah ke unit bank sampah untuk ditimbang dan dicatat sesuai jenisnya. Botol plastik dan aluminium menjadi jenis sampah yang paling banyak disetor sekaligus memiliki nilai jual tinggi. “Alhamdulillah, minat masyarakat meningkat. Bahkan anak-anak ikut mengumpulkan sampah karena tahu bisa ditukar jadi uang,” ujarnya.
Rosmini berharap gerakan bank sampah ini terus berkembang sehingga mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih. “Semoga program ini membawa berkah, menghasilkan cuan, dan menambah kesejahteraan warga,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur