Program ini memberi peluang bagi generasi muda untuk belajar langsung di dunia industri sekaligus memperoleh gaji Rp3,3 juta per bulan selama enam bulan, seluruhnya ditanggung pemerintah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda Yuyum Puspitaningrum mengatakan, program nasional ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden dalam memperluas lapangan kerja dan meningkatkan daya saing tenaga kerja muda.
“Magang ini bukan sekadar belajar, tapi juga dibayar dan dijamin pemerintah. Ini kesempatan besar bagi anak-anak Samarinda untuk memperoleh pengalaman kerja nyata,” ujar Yuyum, Minggu, (2/11/2025).
Pendaftaran peserta magang dibuka pada 6–12 November 2025, dengan pelaksanaan magang berlangsung 24 November 2025 hingga 23 Mei 2026. Sementara itu, perusahaan yang ingin membuka tempat magang dapat mendaftar mulai 24 Oktober hingga 5 November 2025. “Tanggal 5 November batas akhir pendaftaran bagi pengusaha,” jelasnya.
Melalui situs Kemnaker.go.id, peserta dapat mengakses MagangHub dan memilih perusahaan sesuai minat serta bidang keahlian. Saat ini, sudah tercatat sekitar 1.400 perusahaan yang bergabung secara nasional. “Peserta tinggal memilih perusahaan dan lowongan yang dibuka secara online,” kata Yuyum.
Program ini juga memberikan manfaat lain berupa jaminan sosial tenaga kerja, sertifikat pengalaman siap kerja, serta peluang direkrut menjadi karyawan tetap jika kinerjanya dinilai baik.
Disnaker Samarinda mendorong partisipasi pengusaha lokal agar lebih banyak membuka tempat magang. Pada batch pertama, hanya empat perusahaan Samarinda yang ikut serta, yakni Bank BNI, Bank Mandiri, satu perusahaan kayu, dan satu perusahaan lainnya.
“Kalau yang ikut sedikit, peluang anak-anak kita berkurang karena harus bersaing dengan peserta dari daerah lain seperti Jawa dan Sumatera. Ini tantangan yang perlu kita kejar,” tegasnya.
Untuk memperluas jangkauan informasi, Disnaker juga menggelar job fair dadakan dan menggandeng Bursa Kerja Khusus (BKK) di setiap universitas.
“Di Unmul (Universitas Mulawarman) misalnya, ada BKK dari alumni. Kami berupaya semaksimal mungkin agar lulusan Samarinda tak tertinggal,” tambahnya.
Yuyum menjelaskan, tidak ada kuota khusus untuk Samarinda karena program ini bersifat nasional. Peluang ditentukan oleh jumlah peserta dan perusahaan yang mendaftar.
“Semakin banyak perusahaan yang ikut, semakin besar kesempatan terserap. Mereka yang lolos pun langsung siap kerja,” tandasnya.
Editor: Erwin