Salah satu daerah yang paling disorotinya adalah Kabupaten Kutai Kartanegara yang merupakan daerah pemilihan (Dapil) nya.
Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menilai, infrastruktur yang memadai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di sektor pertanian dan konektivitas antarwilayah.
Karena itu, ia mendorong agar proyek pembangunan jalan, jembatan, serta sistem irigasi pertanian mendapat perhatian lebih dari pemerintah provinsi.
“Saya berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bisa memperluas jaringan irigasi di Kukar. Daerah ini merupakan salah satu lumbung padi di Kaltim, jadi kebutuhan air untuk pertanian harus benar-benar diperhatikan,” ujar Reza, Minggu (2/11/2025).
Selain pembangunan infrastruktur pertanian, Reza juga menyoroti pentingnya melanjutkan program normalisasi sungai di beberapa wilayah Kaltim.
Langkah ini, katanya, merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah kawasan, terutama di musim penghujan.
Di sisi lain, ia juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan berstatus provinsi yang hingga kini belum tersentuh peningkatan maupun pemeliharaan.
Reza juga mendorong pemerintah provinsi untuk segera mempercepat pengerjaan infrastruktur tersebut agar akses masyarakat tidak terganggu.
“Peningkatan jalan provinsi harus menjadi prioritas karena berperan penting dalam menunjang mobilitas warga dan distribusi hasil produksi pertanian maupun industri daerah,” tegasnya.
Dirinya optimistis, dengan adanya komitmen dan perhatian serius dari pemimpin daerah yang baru, perbaikan dan pembangunan infrastruktur di Kaltim dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Ia meyakini, infrastruktur yang baik akan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah.
“Infrastruktur jalan itu fondasi utama penunjang perekonomian masyarakat Kaltim. Kalau akses antarwilayah lancar, otomatis pergerakan ekonomi juga semakin tumbuh,” pungkasnya.
Editor: Erwin