Menurutnya, sektor pertambangan memiliki tanggung jawab sosial yang besar dalam membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terutama dalam bidang kesehatan di wilayah-wilayah 3T atau terdepan, terluar, dan tertinggal.
Andi menilai, hak atas pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi oleh negara dan seluruh pihak yang beroperasi di wilayahnya, termasuk perusahaan tambang.
Karena itu, ia mendorong agar setiap perusahaan memiliki program tanggung jawab sosial (CSR) yang terarah dan nyata untuk memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar area tambang.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Maka dari itu, perusahaan tambang harus turut peduli dan berkontribusi terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah operasinya,” kata Andi, Minggu (2/11/2025).
“Mereka perlu bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperbaiki fasilitas kesehatan dan memperluas jangkauan layanan, terutama di daerah 3T,” tambahnya.
Ia mencontohkan, kondisi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia, yang masih menghadapi berbagai persoalan di sektor kesehatan.
Banyak puskesmas di daerah tersebut belum memiliki fasilitas yang memadai dan masih kekurangan tenaga medis.
Padahal, di wilayah itu beroperasi sejumlah besar perusahaan tambang yang seharusnya dapat memberikan dukungan lebih konkret melalui program CSR. Situasi serupa, lanjutnya, juga dapat ditemukan di Kabupaten Berau.
Di daerah itu, sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan optimal.
Politisi Golkar itu menegaskan, DPRD Kaltim melalui Komisi IV akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program kesehatan di daerah. Termasuk meninjau kontribusi perusahaan tambang dalam membantu peningkatan sektor tersebut.
“Kami akan terus mengawal dan mengevaluasi penggunaan anggaran kesehatan, baik yang bersumber dari APBD maupun dana CSR perusahaan tambang. Tujuannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Erwin