Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, dr Andi Satya Adi Saputra menyebut akreditasi bukan sekadar formalitas administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Akreditasi menjadi tolok ukur dalam menilai kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan sesuai standar nasional. Karena itu dirinya mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim agar segera menuntaskan proses akreditasi di semua unit pelayanan kesehatan.
“Akreditasi ini penting karena bukan hanya soal memiliki alat yang lengkap, tetapi juga memastikan tenaga kesehatan memiliki kompetensi dan keterampilan yang memadai,” kata Andi Satya kepada Korankaltim.com Jumat (31/10/2025).
“Puskesmas adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, sehingga kualitasnya harus dijaga,” imbuhnya.
Politisi muda ini menyoroti peningkatan kualitas pelayanan di Puskesmas dapat membantu mengurangi beban rumah sakit rujukan. Pelayanan yang baik di tingkat dasar akan mencegah terjadinya penumpukan pasien di rumah sakit besar.
“Jika Puskesmas sudah terakreditasi dan berfungsi optimal, masyarakat tidak perlu langsung ke rumah sakit untuk keluhan ringan. Ini akan membuat sistem layanan kesehatan berjalan lebih efisien,” sebut Andi.
Namun Andi tidak menutup mata terhadap persoalan ketimpangan tenaga kesehatan di Kaltim. Politis Golkar itu menilai, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan memang cukup, tetapi penyebarannya belum merata, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“Masih banyak daerah yang kekurangan dokter spesialis. Padahal, pelayanan dasar di wilayah 3T juga membutuhkan kehadiran mereka,” ucapnya.
Sebagai solusi, Andi mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih kepada para tenaga medis yang bersedia bertugas di daerah terpencil. Pemberian fasilitas memadai dan insentif yang layak bisa menjadi daya tarik bagi dokter untuk mau ditempatkan di sana.
“Kalau pemerintah bisa menjamin fasilitas yang baik dan memberikan insentif yang sesuai, saya yakin banyak dokter spesialis yang bersedia mengabdi di daerah. Ini penting agar pelayanan kesehatan bisa dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kaltim,” pungkas Andi.
Editor: Aspian Nur