Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 07.15 WITA di hotel mewah dan bersejarah di Kota Tepian itu. Asap pekat dengan cepat menyelimuti sebagian area lantai dua, membuat tamu dan karyawan panik berhamburan mencari jalan keluar. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dan evakuasi terhadap para tamu yang masih berada di dalam gedung.
Ditengah kekacauan itu, Devi, seorang tamu asal Kutai Timur yang sedang mengikuti pelatihan tidak menyangka hidupnya justru diselamatkan oleh sang anak. Saat dirinya sedang bersiap di kamar, tiba-tiba anaknya berteriak histeris melihat kobaran api dari luar jendela kamar.
“Saya sedang berdandan, tiba-tiba anak saya teriak, ‘Mama, ada api kebakaran!’ Kalau bukan karena dia, mungkin saya masih di kamar tanpa tahu bahaya,” ujar Devi mengenang detik-detik menegangkan itu kepada Korankaltim.com siang tadi.
Anaknya dengan cepat menarik tangan sang ibu dan mengajaknya keluar kamar. Dalam kepanikan, Devi hanya sempat membawa mukena yang masih terlipat di tempat tidur. Saat mereka berlari ke luar, lorong hotel sudah dipenuhi asap hitam tebal yang menyulitkan penglihatan dan pernapasan.
“Asapnya pekat sekali, mata perih, napas sesak. Saya juga sempat dengar suara ledakan kecil. Untung ada orang yang mengarahkan kami ke tangga darurat,” tuturnya.
Devi mengaku tidak melihat adanya sistem penyemprot air (sprinkler) yang berfungsi saat kebakaran terjadi. Ia juga tidak melihat tanda-tanda air menyembur dari langit-langit di lorong hotel. “Saya tidak melihat air keluar dari sprinkler. Kami hanya mengandalkan keberanian untuk mencari jalan ke luar,” jelasnya.
Aksi cepat sang anak membuat mereka berdua selamat tanpa luka. Kisah kecil di balik tragedi besar ini menjadi pengingat penting bahwa kesigapan dan naluri manusia sering kali menjadi penyelamat di saat sistem keselamatan gagal bekerja.
Editor: Aspian Nur