Meski air mulai surut, sejumlah rumah warga masih tergenang dengan ketinggian antara 30 hingga 65 sentimeter.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda bersama tim dokter on call 119 turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak.
Kegiatan ini juga melibatkan BPBD Samarinda dan Puskesmas Bengkuring sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyakit yang muncul akibat genangan air berkepanjangan.
Dokter Ina Adila dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara door to door dengan menyambangi rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
“Kami mendatangi langsung warga yang tidak bisa ke posko. Keluhan terbanyak adalah batuk, pilek, dan penyakit kronis seperti hipertensi serta asma,” ujarnya kepada Korankaltim.com di lokasi.
Lanjutnya, selain warga lanjut usia, beberapa anak juga mengalami gejala demam dan batuk ringan.
“Kami juga menangani seorang ibu yang baru melahirkan lima bulan lalu, mengalami dehidrasi karena kurang cairan,” jelasnya.
Menurut dr. Ina, kondisi lingkungan yang lembap dan air banjir yang kotor meningkatkan risiko penyakit kulit serta tekanan darah tinggi akibat stres.
“Kami imbau warga menjaga kebersihan diri, mencuci tangan, dan memakai alas kaki agar terhindar dari infeksi jamur maupun leptospirosis,” pesannya.
Sementara itu, Lurah Sempaja Timur, Yuliani, menyebutkan bahwa air di Bengkuring sudah mulai menurun meski belum sepenuhnya surut.
“Sebagian warga mulai membersihkan rumahnya, tapi masih banyak yang bertahan karena air belum benar-benar habis,” ujarnya.
Hingga hari ini, tim medis masih menyisir kawasan tersebut untuk memastikan tidak ada warga yang membutuhkan penanganan darurat.
Editor: Erwin