Banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa itu menggenangi sejumlah titik jalan utama.
Akibatnya, arus lalu lintas sempat tersendat dan beberapa kendaraan, terutama roda dua, mengalami mogok di tengah genangan air.
Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim, Kompol Edy Musdwiyono, mengatakan, langkah cepat itu merupakan wujud kepedulian Brimob terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Tadi sekitar jam dua siang air cepat sekali naik, banyak motor yang mati di tengah jalan,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Tim Respon Bencana Brimob Polda Kaltim bergerak cepat menurunkan personel ke lokasi untuk mengevakuasi warga serta membantu pengguna jalan yang kesulitan melintas.
Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas guna mencegah terjadinya kemacetan panjang.
“Begitu mendapat laporan dari masyarakat mengenai genangan tinggi di kawasan Karang Asam, kami langsung mengirimkan tim ke lokasi. Fokus utama kami adalah membantu evakuasi warga yang rumahnya terendam, menolong kendaraan yang mogok, serta memastikan arus lalu lintas tetap aman dan lancar,” jelas Kompol Edy.
Ia menambahkan, pihaknya terus memantau kondisi cuaca di wilayah Samarinda mengingat curah hujan belakangan ini cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan banjir di beberapa titik rawan.
Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, menegaskan seluruh jajaran Brimob Kaltim dalam kondisi siaga penuh menghadapi potensi bencana di musim penghujan.
“Kami berkomitmen untuk hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga siap turun tangan dalam setiap situasi darurat, termasuk banjir dan bencana alam lainnya. Brimob Polda Kaltim telah menyiagakan personel dan peralatan agar dapat bergerak cepat kapan pun dibutuhkan,” tutupnya.
Editor: Erwin