Hal ini diungkapkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro saat memimpin evaluasi langsung di Mapolsek Samarinda Kota, Jalan Bhayangkara, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, hasil penyelidikan sementara menunjukkan, para tahanan kabur dengan menjebol dinding kamar mandi yang sudah rapuh. Mereka memanfaatkan besi jemuran untuk melubangi dinding hingga akhirnya berhasil melarikan diri.
“Itu jelas bentuk kelalaian. Barang seperti besi tidak seharusnya ada di dalam ruang tahanan. Ini jadi catatan penting agar pengawasan terhadap benda berpotensi berbahaya diperketat,” tegasnya.
Selain fokus pada pengejaran, Polda Kaltim juga memeriksa sejumlah personel piket jaga tahanan pada hari kejadian.
Ia tegaskan, institusi kepolisian memiliki standar ketat dalam pengamanan tahanan, dan setiap bentuk kelalaian akan ditindak sesuai prosedur disiplin yang berlaku.
“Bila terbukti lalai, akan ada sanksi tegas. Ini pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang,” terangnya.
Endar menyebut, kejadian itu menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem keamanan di seluruh jajaran kepolisian, terutama di ruang tahanan Polsek.
Menurutnya, banyak aspek yang harus dibenahi, mulai dari kualitas bangunan, sistem penjagaan, hingga pengawasan internal terhadap petugas.
Untuk bangunan Polsek Samarinda Kota yang berstatus sebagai cagar budaya menjadi salah satu kendala dalam perbaikan fisik ruang tahanan. Karena status tersebut, kepolisian tidak dapat melakukan renovasi atau penguatan struktur secara signifikan.
“Kami sudah komunikasikan dengan Wali Kota Samarinda. Karena bangunannya termasuk cagar budaya, tentu tidak bisa diubah sembarangan. Ke depan, kami akan mencari lokasi baru yang lebih layak dan aman,” akunya.
Polda Kaltim juga memperketat pengejaran terhadap lima tahanan yang masih buron. Penjagaan di sejumlah wilayah perbatasan Kota Samarinda ditingkatkan, sementara tim gabungan diterjunkan untuk memperluas pencarian hingga ke luar daerah.
Endar menambahkan sebagian tahanan diketahui berdomisili di luar Samarinda. Karena itu, pihaknya meminta dukungan masyarakat untuk membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para buronan.
Editor: Erwin